Mau Cari Ilmu, Masuk Saja Ke Perpustakaan STAI Auliaurrasyidin Tembilahan
Ringkasan:
Tembilahan (Hukmas)- Perpustakaan STAI Auliaurrasyidin Tembilahan merupakan salah satu sumber mencari ilmu bagi Mahasiswa/i yang kuliah diperguruan tinggi ini. Sabtu (17/11) perpustakaan ini dipadati mahasiswa untuk mencari referensi bagi perkuliahan mereka.
Tembilahan (Hukmas)- Perpustakaan STAI Auliaurrasyidin Tembilahan merupakan salah satu sumber mencari ilmu bagi Mahasiswa/i yang kuliah diperguruan tinggi ini. Sabtu (17/11) perpustakaan ini dipadati mahasiswa untuk mencari referensi bagi perkuliahan mereka.
Perpustakaan ini terletak di samping kanan gedung perkuliahan, dengan nama perpustakaan “Harun Al-Rasyidâ€, dalam perpustakaan ini tersedia 7 rak buku yang buku bisa dibaca dan bisa dipinjam untuk dibawa pulang serta 5 buah lemari yang bukunya hanya bisa dibaca ditempat saja. Perpustakaan ini dibawah koordinasi Abdul Hamid S.Si.
Berdasarkan keterangan Salman, S.Pd.I salah seorang petugas perpustakaan bahwa perpustakaan ini buka mulai hari senin sampai hari Ahad, jadi 7 hari dalam 1 minggu kecuali hari libur sebagimana dalam kalender pendidikan STAI Auliaurrasyidin. Pelayanan diperpustakaan ini memakai system 2 ship, jadi petugas pagi akan berbeda dengan petugas sore hari.
Ketika ditannyakan hari apa saja yang banyak dikunjungi oleh mahasiswa, Salman menyatakan terutama hari sabtu dan Ahad, “hal ini dikarenakan mahasiswa mencari bahan untuk membuat tugas, selain itu juga dikarenakan adanya internet gratisâ€. Peminjaman buku di perpustakaan ini diperuntukan bagi Dosen yang mengajar di STAI ini dan mahasiswa yang kuliah di perguruan ini. Dengan jumlah buku yang bisa dipinjam sebanyak 3 buah untuk mahasiswa semester 7 keatas, 2 buah buku untuk mahasiswa semester 7 kebawah.dengan lama waktu pinjaman selama 7 hari.
Dari pantauan di lokasi perpustakaan terlihat ada 2 macam mahasiswa, 1 membaca buku cetak dan semacam lagi membaca informasi lewat laptop/notebook. Selain itu buku yang tersedia berupa buku cetak / paper books, perpustakaan ini belum memiliki buku-buku yang berformat digital. Hal ini kemungkinan besar terkendala di dana, dimana untuk pengadaan buku-buku digital dan perangkat pembacanya memerlukan dana yang sangat luar biasa besarnya.
(Yar)