0 menit baca 0 %

Materi Jurnalistik Hot, Stimulus Bagi Peserta

Ringkasan: Padang (Inmas) - Dalam rangka meningkatkan kualitas literasi kehumasan dan pelayanan informasi publik di lingkungan Kemenag, BDK Padang taja pendidikan dan pelatihan selama 11 hari. Para peserta terlihat begitu antusias mengikuti pelatihan jurnalistik yang sudah berlangsung sejak Tanggal 12 April la...

Padang (Inmas) - Dalam rangka meningkatkan kualitas literasi kehumasan dan pelayanan informasi publik di lingkungan Kemenag, BDK Padang taja pendidikan dan pelatihan selama 11 hari. Para peserta terlihat begitu antusias mengikuti pelatihan jurnalistik yang sudah berlangsung sejak Tanggal 12 April lalu. Sebanyak 30 peserta mendapat materi yang cukup beragam. Mulai dari materi dasar-dasar komunikasi, kode etik jurnalistik, wawasan media hingga teori dan praktek menulis berita koran, majalah, bahkan berita TV dari para narasumber.

Selain dari pegawai struktural dilingkungan kemenag, pelatihan juga diikuti oleh pegawai fungsional dilingkungan Kantor Kementerian Agama. Sejumlah pertanyaan dilontarkan oleh peserta diklat secara kritis saat menyinggung masalah sistem dan mekanisme kerja wartawan dan wartawan gadungan.

Pemateri pelatihan sengaja didatangkan langsung dari pelaku media yang sudah pakem pada bidangnya masing-masing. Sebut saja presenter senior yang saat ini menjabat sebagai Kasi Program TV TVRI Sumbar Febriyani, Pemred Padang TV  Nofal Wiska, Nashrian dari Padang Express. Salah satu narasumber lainnya Pemred Rakyat Sumbar mengatakan dalam penulisan sebuah berita, informasi yang dipublish harus adil, aktual dan lugas. Hal itu penting mengingat seorang jurnalis tidak hanya sebagai media informasi namun juga sebagai alat sosial control.

“Wartawan tidak boleh berat sebelah (memihak,red) dan harus memberitakan sesuai dengan fakta yang ada” paparnya, karena media berfungsi sebagai sarana informasi, edukasi dan hiburan”, paparnya lagi.

Salah satu peserta dari Jambi Bambang Setiono SH.I yang pernah berprofesi sebagai wartawan salah satu media nasional di Indonesia, menjadi salah satu penanya paling aktif melontarkan sejumlah pertanyaan yang cukup kritis. “ Pelatihan ini sangat bagus dan bisa menambah keilmuan jurnalistik kita”, ungkapnya. Bahkan sejumlah pertanyaan yang bernada humor yang di munculkan oleh beberapa peserta yang kocak pun semakin menambah dinamika suasana diklat.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Drs Zuhri Hasibuan selaku Kepala Balai Diklat Keagamaan Padang ini terpusat di Balai Diklat Keagamaan Padang ini diikuti oleh masing-masing utusan Inmas dari empat Provinsi yakni Sumbar, Riau, Jambi dan Kepri. Sesuai dengan jadwal yang sudah ada kegiatan ini akan berlangsung hingga 21 April mendatang.

Sampai berita ini diturunkan para peserta masih serius mengikuti pelatihan membuat blog website pribadi beserta penulisannya, yang diberikan oleh dua narasumber dari Pemred Padang TV dan Padang Ekpress.(vera)