0 menit baca 0 %

Matangkan Program SKS, MAN 2 Pekanbaru Lakukan Sosialisasi

Ringkasan: Riau (Inmas)- Untuk mematangkan program Sistem Kredit Semester SKS di MAN 2 Pekanbaru, MAN 2 Pekanbaru kembali melakukan Sosialisasi SKS bagi 140 guru di Lingkungan MAN 2 dan MAN 3 Pekanbaru, Jumat (15/2/2019) di Aula MAN 2 Pekanbaru.Kegiatan dibuka oleh Kakankemenag Pekanbaru H Edwar S Umar M Ag, d...

Riau (Inmas)- Untuk mematangkan program Sistem Kredit Semester SKS di MAN 2 Pekanbaru, MAN 2 Pekanbaru kembali melakukan Sosialisasi SKS bagi 140 guru di Lingkungan MAN 2 dan MAN 3 Pekanbaru, Jumat (15/2/2019) di Aula MAN 2 Pekanbaru.

Kegiatan dibuka oleh Kakankemenag Pekanbaru H Edwar S Umar M Ag, didampingi Kasi Pendidikan Madrasah Drs H Dahlan, Kepala MAN 2 Norerlinda M Pd,  Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Dirjen Pendis Kemenag RI, Dr H Ahmad Hidayatullah M Pd dan dihadiri oleh seluruh peserta kegiatan.

Kakankemenag Pekanbaru H Edwar S Umar M Ag, usai membuka kegiatan sosialisasi mengatakan, penyelenggaran SKS pada jenjang pendidikan merupakan suatu upaya inovatif untuk meningkatkan mutu pendidikan. Program SKS merupakan adalah keadilan dalam bidang pendidikan bagi anak- anak yang berbakat dan cerdas untuk menuntaskan pendidikannya.

“Pertama dalam program SKS di MAN 2 Pekanbaru, paham dan bisa menjadi pelaksana program sks SKS, ini juga amanat dari bapak Dirjen Pendis kementerian Agama Republik Indonesia. Kedua bilamana ada keraguan- keraguan yang terdapat dari guru - guru kita, dapat bertanya langsung pada bapak Dr  H  Ahmad Hidayatullah sebagai narasumber utama kita. Karena beliau adalah motivator kita. Dan ketiga tentunya dengan program SKS ini, anak – anak yang berbakat dan cerdas, dapat menyelesaikan programnya lebih awal dari anak yang biasa, ini adalah keadilan dalam bidang pendidikan,” jelasnya.

Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Dirjen Pendis Kemenag RI, Dr H Ahmad Hidayatullah M Pd, mengatakan, dalam penyelenggaraan program SKS di Madrasah Aliyah, ada 3 hal yang perlu ditekankan, yaitu Quality assurance (standar mutu), Quality Control (pengendalian mutu) dan Continuous Quality Improvement (peningkatan mutu berkelanjutan).

“Didalam penyelenggaraan program SKS ini, ada tiga hal yang perlu ditekankan untuk diikuti di Madrasah untuk menjamin bahwa cara kerja prosedur pelaksanaan SKS dijalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pertama quality assurance, bahwa untuk mencapai mutu dibutuhkan suatu jaminan bahwa pelaksanaannya itu memang sudah memenuhi prosedur mutu. Kedua, diukur sejauh mana program SKS ini berjalan sesuai dengan target yang diharapkan atau  quality control. Ketiga, quality continuous improvement yaitu perbaikan mutu secara berkelanjutan. Sehingga hal hal yang menjadi kelebihan itu untuk dikembangkan. Kemudian yang menjadi kekurangan itu menjadi bahan evaluasi untuk proses berikutnya disetiap tahun ajaran baru disetiap semester bahkan disetiap bulan akan dilakukan continuous improvement dari sebuah praktek kerja yang kita jamin quality assurancenya kemudian kita jamin quality controlnya dan kemudian berikutnya kita melakukan perbaikan berkelanjutan,” jelasnya dan berharap ketiga hal ini betul – betul menjadi penekanan penyelenggaraan SKS agar bisa sukses sesuai dengan harapan masyarakat. “Kita sebagai lembaga layanan public itu harus bisa menjamin bahwa masyarakat yang kita layani itu bisa menjaga dan harapan yang diinginkan bisa terwujud,” tambahnya.

Kepala MAN 2 Pekanbaru, Norerlinda M Pd, mengatakan, Sosialisasi Program SKS MAN 2 Pekanbaru yang diikuto oleh 140 peserta tersebut merupakan lanjutan kegiatan sebelumnya dalam rangka mematangkan penerapan SKS di MAN 1 Pekanbaru dengan pemateri langsung dari Kasubdit Kurikulum dan Kasi Kurikulum Kemenag RI.

 

“Program SKS yang ditaja pada hari ini merupakan lanjutan dari sebelumnya. Sebenarnya program SKS yang ditaja pada hari ini, itu merupakan suatu evaluasi dari SKS yang sudah kita dapatkan dari bulan Desember di tahun 2018. Peserta akan focus dalam sosialisasi ini, karena pemateri yang kita hadirkan adalah narasumber yang betul – betul ahli dibidangnya. Nah mudah-  mudahan dengan adanya kegiatan yang ada pada hari ini, akan memaksimalkan penerapan SKS si MAN 2 dan MAN 3 Pekanbaru ini,” harapnya.

SKS merupakan sistem baru yang lebih fleksibel bagi sekolah menengah di Indonesia, dikembangkan dalam rangka untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.Â