Kampar (Inmas) – Akibat kejadian terbakarnya kantor Koperasi Unit Desa (KUD) Iyo Basamo Terantang, Kec. Tambang Kampar, dan terbakarnya rumah salah satu warga, saat ini Terantang mencekam dan pendidikan lumpuh total. Oleh karena itu, Masyarakat Terantang, Kec. Tambang, Kab. Kampar, yang diwakili siswa/i MA dan MTs Terantang, SD Negeri o14, SD 009, PDTA Hikma Bersama, dan TK Karya Hikma Bersama, membuat Surat Terbuka Untuk Bapak Presiden Joko Widodo, hari selasa (03/05). Isi surat tersebut sebagai berikut :
Kepada Yang Mulia
Bapak Presiden RI Joko Widodo
di Istana Negara
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Bapak Presiden Yang Terhormat,
Tolonglah kami Pak…
Tolonglah kami Pak…
Tolonglah kami Pak…
Lindungi kami Pak…
Kami sampaikan kepada Bapak, bahwa kami siswa MTsTerantang Sebanyak 122 orang, MA Terantang sebanyak 54 orang, Dan sebagai Santri Tahfis Al Zahra Al Jannah sebanyak 180 orang, PDTA Hikma bersama sebanyak 62 orang yang berada di Kampar-Riau,Dengan ini meyampaikan keluhan kepada Bapak Sebagai berikut :
1. Pada hari selasa 26 /04/2016, Sekitar pukul 10.00 WIB. Kampung kami didatangi Orang yang berbaju coklat sebanyak 500 orang, memakai mobil perang dan roda empat sebanyak 13 buah, yang kata orang tua kami Polisi dan Brimob. Masyarakat kami Menjerit ketakutan dan berlari-larian, akibat takut, ada yang menabrak Tembok, terjun ke sungai, ibu-ibu kami menangis beguling-guling di tanah, dan di jalan. Kamipun anak sekolah bertanya-tanya, tapi tidak ada satupun jawaban yang kami peroleh. Sore menjelang malam barulah kami tau bahwa pak Polisi itu datang Untuk menangkap ayah kami.
2. Karena ayah kami tidak dirumah lari kehutan, dan ibu kami terus menangis, Sementara lampu dirumah padam. Kami ketakutan, kami tak bisa belajar malam. Sementara Ujian Nasional (UN) tinggal Beberapa hari lagi. Keesokan harinya, sampai hari selasa tanggal 03 mei 2016, Kami takut ditangkap pak Polisi. Apalagi pada hari senin tanggal 2 mai 2016, kami mendegar letusan-letusan dari senjata pak Polisi.Kami takut pak…Kami takut pak…Kami takut pak…
3. Karna takut kami yang luar biasa, kami sepakat untuk tidak serkolah dan melaksakan ujian sampai kampung kami tidak di masuki pak Polisi.
4. Pada hari selasa taggal 3 mai 2016, kami masih melihat mobil truk polodi dengan lengkap senjatanya, berkeliaran dikampung kami, dan kami berlarian bersama orang tua mencari tempat yang aman.
5. Tolonglah kami pak Presiden Jokowi, demi masa depan kami….Harapan kami, jangan ada lagi Polisi berkeliaran di kampung kami, karena kami melihat ibu-ibu kami di jeret dan dilempar ke semak-semak…Kami yakin, karena Bapak Presiden mampu mengayomi dan melindungi kami.
Dari Kami siswa MA dan MTs Terantang, SD Negeri o14, SD 009, PDTA Hikma Bersama, dan TK Karya Hikma Bersama, Kampar-Riau. (Ags)
(edit:vera)