Siak (Inmas) - Sholat Istisqo (Sholat Minta Hujan) yang di
laksanakan masyarakat kecamatan Tualang, berjalan penuh kekhusyukan dan penuh
pengharapan. Seperti dilansir dalam laman Karimuntoday.com, Sholat minta hujan
tersebut berlangsung di halaman Masjid Nurul Islam KPR 1 Perawang, yang di
Pimpin oleh imam masjid Nurul Islam, dan khatib Ustadz Ikhwan. Masih dikutip
dari situs yang sama, Bupati Siak Alfedri yang turut hadir mengatakan,
pelaksanaan sholat ini sudah tiga kali dilaksanakan di kecamatan Siak.
“Alhamdulillah pada pelaksanaan shalat pertama dan kedua, Allah
menurunkan hujan. Namun pada pelaksanaan shalat yang ketiga hingga kini hujan
belum turun” sebut Alfedri. “Kita serahkan semuanya pada Allah Yang Maha Kuasa.
Apapun yang menimpa kita ini tentu ada hikmahnya” ucap Alfedri lagi.
Ia menyebutkan bahwa sejak September ini di Kabupaten Siak tidak
ada titik api atau pusat kebakaran hutan. Dirinya pun menghimbau agar masyarakat
tidak membakar lahan. “Kami mengajak semua komponen masyarakat jangan lakukan
pembakaran lahan karena selain akan menganggu kesehatan akibat asap yang
ditimbulkan, juga membutuhkan banyak dana untuk menanggulanginya” pintanya. Ia
katakan, di Siak sudah dua kali dilakukan ‘water boming’ menggunakan
helikopter, dan ini tentu membutuhkan dana besar. Juga saat pak presiden datang
ke Riau kemarin lima ton garam disebarkan diudara dan ini tentu juga
membutuhkan dana yang besar Bupati mengingatkan kepada seluruh jemaah, jikalau
Allah belum menurunkan hujan bukan berarti doa kita belum dikabulkan.
Teruslah meminta kepadaNya seraya memohon ampun kepadanya. “Semoga
Allah SWT mengabulkan permohonan kita untuk menurunkan hujan” kata Alfedri
penuh harap. Diantara jemaah berhadir tampak ikut shalat beberapa anggota DPRD
Siak asal Kecamatan Tualang, yaitu H Musar SH, H Ridha Alwis Effendi AMd, serta
para jemaah dari berbagai masjid. (Hd)