0 menit baca 0 %

Masyarakat Kampung Suak Lanjut, Kecamatan Siak Gelar Acara Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1439 H

Ringkasan: Siak (Inmas) - Bertempat di Masjid Syuhada , Kampung Suak Lanjut, Kecamatan Siak, Pengurus Masjid Syuhada menggelar acara menyambut bulan suci Ramdhan 1439 H yang diisi dengan ceramah agama yang diisi oleh Ustadz Ihsan Taufiqi, S.Sy dari kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak dan acara makan-makan...

Siak (Inmas) - Bertempat di Masjid Syuhada’, Kampung Suak Lanjut, Kecamatan Siak, Pengurus Masjid Syuhada’ menggelar acara menyambut bulan suci Ramdhan 1439 H yang diisi dengan ceramah agama yang diisi oleh Ustadz Ihsan Taufiqi, S.Sy dari kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak dan acara makan-makan bersama masyarakat Kampung Suak lanjut, Senin malam, (14/05/18).

Dalam ceramahnya menyambut bulan puasa Ramadhan, Ihsan Taufiqi yang merupakan Staf Bidang Madrasah di bagian Seksi Pendidikan Islam Kankemenag Siak tersebut menyampaikan 3 bekal di dalam menyambut bulan puasa Ramadhan. Pertama: Bekal Ilmu. “Bekal ini amat utama sekali agar ibadah kita menuai manfaat, berfaedah, dan tidak asal-asalan. ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata, “Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan”. Tidak tahu akan hukum puasa, bisa jadi puasa kita rusak”, ujar alumni Fakultas Syari’ah UIN Suska Riau tersebut.

Kedua: Perbanyak Taubat. “Inilah yang dianjurkan oleh para ulama kita. Sebelum memasuki bulan Ramadhan, perbanyaklah taubat dan istighfar. Semoga di bulan Ramadhan kita bisa menjadi lebih baik. Kejelekan dahulu hendaklah kita tinggalkan dan ganti dengan kebaikan di bulan Ramadhan. Ingatlah bahwa syarat taubat yang dijelaskan oleh para ulama sebagaimana dinukil oleh Imam Ibnu Katsir, “menghindari dosa untuk saat ini. Menyesali dosa yang telah lalu. Bertekad tidak melakukannya lagi di masa akan datang. Lalu jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka ia harus menyelesaikannya/mengembalikannya”. Inilah yang disebut dengan taubat nashuha, taubat yang tulus dan murni”, tegas putra asli kampung Buatan II, Kecamatan Koto Gasib tersebut.

Kemudian menurut alumni Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin, Kecamatan Koto Gasib tersebut, yang Ketiga: Banyak memohon kemudahan dari Allah. “Selain dua hal di atas, kita juga harus pahami bahwa untuk mudah melakukan kebaikan di bulan Ramadhan, itu semua atas kemudahan dari Allah. Jika kita terus pasrahkan pada diri sendiri, maka ibadah akan menjadi sulit untuk dijalani. Karena diri ini sebenarnya begitu lemah. Oleh karena itu, hendaklah kita banyak bergantung dan tawakkal pada Allah dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Terus memohon do’a pada Allah agar kita mudah menjalankan berbagai bentuk ibadah baik shalat malam, ibadah puasa itu sendiri, banyak berderma, mengkhatamkan atau mengulang hafalan Qur’an dan kebaikan lainnya”, ujarnya mengakhiri ceramahnya. (Hd)