0 menit baca 0 %

Masyarakat Kampung Belading, Kecamatan Sabak Auh Kedatangan Ahli Hadits dari Mesir

Ringkasan: Siak (Inmas) Bertempat di Masjid Baitul Mukarrom, Kampung Belading, Kecamatan Sabak Auh, diadakan Tabligh Akbar bersama Syaikh Abul Hasan Ali Jadullah Al-Mishri. Beliau adalah Ahli Hadits dari Negara Mesir yang saat ini mengabdikan dirinya untuk mengajar di Pondok Pesantren Imam Ibnu Katsir, Muara F...

Siak (Inmas) – Bertempat di Masjid Baitul Mukarrom, Kampung Belading, Kecamatan Sabak Auh, diadakan Tabligh Akbar bersama Syaikh Abul Hasan Ali Jadullah Al-Mishri. Beliau adalah Ahli Hadits dari Negara Mesir yang saat ini mengabdikan dirinya untuk mengajar di Pondok Pesantren Imam Ibnu Katsir, Muara Fajar, Rumbai, Kota Pekanbaru. Dengan menggunakan bahasa Arab, Syaikh Abul Hasan Ali Jadullah Al-Mishri menjelaskan tentang urgensi Tauhid di dalam kehidupan dengan diterjemahkan oleh Ustadz Muslim, Lc., MA dari Kabupaten Pelalawan.

Beliau menjelaskan bahwa urgensi Tauhid dalam kehidupan muslim sangat besar pengaruhnya, dimana ia diletakkan sebagai dasar utama tempat dibangun di atasnya seluruh ajaran Islam. “Periode dakwah yang dilakukan Rasulullah di Makkah menegaskan betapa tauhid sangat urgen pengaruhnya. Ayat-ayat Alquran yang diturunkan Allah pada fase itu fokus utamanya berbicara tentang tauhid”, jelasnya.

 

Syaikh melanjutkan bahwa generasi sahabat, mereka yang dibina Rasulullah adalah manusia-manusia yang bertauhid, yang tidak dijumpai di permukaan bumi ini sebelum dan sesudahnya. Tauhid mampu merubah manusia menjadi manusia yang perilakunya sesuai dengan keinginan Allah. “Mungkinkah kita menjadi orang yang bertauhid seperti yang diinginkan?, dengan berdoa dan memohon taufik dari-Nya Insya’Allah kita bisa mencapai ke arah itu minimal pemahaman tauhid kita tidak melenceng dari rambu-rambu yang ditetapkan Allah”, ujar Ustadz Muslim menterjemahkan kalm Syaikh Abul Hasan.

 

Terlihat para jama’ah begitu khusuk mendengarkan setiap ungkapan yang dijelaskan oleh orang yang “tak biasa” datang ke kampung mereka ini. Diakhir acara setelah penjelasan mengenai Tauhid, maka dibuka sesi tanya jawab antara jama’ah dan narasumber. Banyak dari jama’ah yang bertanya tentang Tauhid, tetapi tidak sedikit juga yang bertanya tentang hukum-hukum fiqih. Semoga kebangkitan spirit menuntut ilmu terus berkembang di seluruh Kabupaten Siak. (Hd)