0 menit baca 0 %

Masyarakat Islam Diminta Perhatikan Lebel Halal Produk

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri berbagai macam produk bermasalah beredar di pasaran. Mulai dari produk kadaluarsa, berbahan kimia, hingga makanan yang tampa disertai dengan lebel halal. Untuk itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau...
Pekanbaru (Humas)- Menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri berbagai macam produk bermasalah beredar di pasaran. Mulai dari produk kadaluarsa, berbahan kimia, hingga makanan yang tampa disertai dengan lebel halal. Untuk itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur, SH MM, Jumat (16/7) dalam jumpa persnya mengimbau kepada masyarakat muslim agar lebih waspada dan teliti dalam membeli berbagai produk di pasaran. "Riau merupakan daerah penyangga, jadi peluang beredarnya berbagai macam produk sangat besar, apalagi menjelang bulan suci ramadhan dan hari raya idul fitri tingkat kebutuhan masyarakat terhadap produk-produk khususnya makanan meningkat. Sehingga perlu ekstra hati-hati, karena tidak semua produk yang beredar dipasaran itu baik dan halal," imbaunya. Asyari Nur mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak dan instansi terkait, seperit BPOM, Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan lainnya guna mengantisipasi beredarnya berbagai produk ilegal dipasaran. "Dengan demikian kita berharap peredaran makanan illegal dan tidak sesuai standar kesehatan dapat diantisipasi sejak jauh-jauh hari. Tentunya dengan mengambil tindakan-tindakan nyata dilapangan, seperti sidak, pengecekan kesehatan, peredaran dan lain sebagainya," ungkap Kanwil di aula atas kantor Kemenag Riau. Untuk antasipasi jangka panjang, kata Ka Kanwil, pihaknya beserta pihak terkait akan berupaya menciptakan lebelsiasi halal di Riau, namun proses tersebut masih belum dapat diimplementasikan secara penuh karena masih terkendala dengan dana dan tim. "Kita terus perupaya bagaiaman agara produk yang beredar di Riau ini disertai dengan lebel halal. Sehingga masyarakat pengguna produk dapat lebih terjamin dari segi kehalalannya dan kesehatannya," tutupnya. (msd)