0 menit baca 0 %

Masyarakat Diminta Waspadai Aliran Sempalan

Ringkasan: Rokan Hilir (Rohil)- Pada acara Halal Bi Halal Ka Kanwil Kemenag Riau, Drs H Asyari Nur SH MM dengan masyarakat Bagan Batu Rohil di Gedung Wiratama Bagan Batu Rohil, Jumat (1/10) ia meminta agar masyarakat mewaspadai berbagai aliran sempalan yang akhir-akhir ini marak dimasyarakat.
Rokan Hilir (Rohil)- Pada acara Halal Bi Halal Ka Kanwil Kemenag Riau, Drs H Asyari Nur SH MM dengan masyarakat Bagan Batu Rohil di Gedung Wiratama Bagan Batu Rohil, Jumat (1/10) ia meminta agar masyarakat mewaspadai berbagai aliran sempalan yang akhir-akhir ini marak dimasyarakat. Apalagi, Bagan Batu Rohil berbatasan langsung dengan provinsi Sumatera Utara (Sumut). Pada Halal Bi Halal yang dihadiri oleh Wakil Bupati Rohil, Suyatno, Kakan Kemenag Rohil Agustiar S Ag, guru-guru, tokoh agama dan tokoh masyarakat Rohil, Asyari Nur juga meminta agar masyarakat khususnya tokoh agama dapat berperan aktif menjaga kesatuan dan kerukunan antar umat beragama. Apalagi, Rohil merupakan salah satu Kabuapten yang masyarakatnya cukup heterogen, baik cina, batak dan lainnya terdapat di kabupaten ini. "Dengan masyarakat yang heterogen potensi perpecahan dan konflik sangat tinggi, apalagi dengan masuknya aliran-aliran baru di masyarakat. Untuk itu, kesatuan dan kerukunan harus terus dijaga. Selain itu, masyarakat juga harus mewaspadai aliran baru atau yang dikenal dengan aliran sempalan yang dapat memicu timbulkan konflik keagamaan dan konflik sosial, bahkan tindakan anarkis seperti yang terjadi di Pulau Jawa beberapa waktu lalu," ungkap Asyari. Menurutnya, untuk menjaga persatuan dan kerukunan antar ummat beragama, yang perlu diperhatikan oleh masyarakat adalah jangan mudah terpengaruh dengan aliran baru dan tidak terpancing oleh isu-isu yang beredar dimasyarakat. "Jika ada hal-hal yang mencurigakan segeralah tindak lanjut, tampa melakukan tindakan anarkis yang dapat merugikan semua pihak," ujarnya. Terhadap masyarakat yang sering ikut pengajian di Masjid-masjid dan mushallah, hendaknya selektif dalam memilih. Apalagi jika yang memberikan pengajian adalah uztad yang belum dikenal oleh masyarakat setempat. Karena salah satu sarana penyebaran aliran sempalan dimasyarakat saat ini adalah melalui pendekatan kelompok-kelompok pengajian yang ada di masyarakat. (msd)