Masyarakat Dihimbau Tera Ulang Arah Kiblat pada 28 Mei 2011
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau mengimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan peristiwa pada 28 Mei 2011 pada pukul 16:28 Wib. Karena saat itu matahari tepat berada di atas Kabah dan setiap bayangan yang tegak lurus akan mengarah ke Kabah.
Pekanbaru (Humas)- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau mengimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan peristiwa pada 28 Mei 2011 pada pukul 16:28 Wib. Karena saat itu matahari tepat berada di atas Kabah dan setiap bayangan yang tegak lurus akan mengarah ke Kabah.
Demikian diungkapkan Ka Kanwil Kemenag Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, melalui Kasubbag Hukmas dan KUB Kanwil Kemenag Riau, Drs H Irhas, Jumat (27/5) di ruang kerjanya.
Menurut Irhas, teknik penentuan arah kiblat menggunakan Istiwa Utama sebenarnya sudah dipakai lama sejak ilmu falak berkembang di Timur Tengah. Demikian halnya di Indonesia dan beberapa negara Islam yang lain juga banyak menggunakan teknik ini. Sebab teknik ini memang tidak memerlukan perhitungan yang rumit dan siapapun dapat melakukannya.
"Yang diperlukan hanyalah sebatang tongkat lurus dengan panjang lebih kurang 1 meter dan diletakkan berdiri tegak di tempat yang datar atau kosen jendela rumah kediaman juga dapat dijadikan patokan pengukuran dengan syarat mendapat sinar matahari. Pada tanggal dan jam saat terjadinya peristiwa Istiwa Utama tersebut maka arah bayangan tongkat menunjukkan kiblat. Cukup sederhana dan tidak memerlukan ketrampilan khusus serta perhitungan perhitungan rumus-rumus. Jika hari itu gagal karena matahari terhalang oleh mendung maka masih diberi roleransi penentuan dilakukan pada H-1 atau H+1, jadi bisa diantisipasi sejak 27- 29 Mei 2011," jelasnya.
Untuk itu Kemenang mengimbau masyarakat khususnya para pengurus masjid se Provinsi Riau, dan pemilik hotel, untuk menera ulang arah kiblat mulai pada 27- 28 Mei pukul 16.28 WIB. Daerah mana pun yang mampu menerima sinar Matahari pada jam itu menera arah kiblat, arah lawan bayangan itulah arah kiblat berada, karena jam itu posisi Matahari tepat berada di atas Kabah.
"Jika tanggal 28 Mei ini masih luput, masyarakat masih memiliki kesempatan berikutnya pada tanggal 16 Juli 2011 pada H-1 dan H=1. Karena pada dua tanggal tersebut yaitu 28 Mei dan 16 Juli posisi matahari persis berada tegak lurus diatas kabah setiap tahunnya," pungkasnya. (msd)
Teknik Penentuan Arah Kiblat menggunakan Istiwa Utama :
1. Tentukan lokasi masjid/ mushalla/ langgar atau rumah yang akan diluruskan arah kiblatnya.
2. Sediakan tongkat lurus sepanjang 1 sampai 2 meter dan peralatan untuk memasangnya. Lebih bagus menggunakan benang berbandul agar tegak benar. Siapkan juga jam/arloji yang sudah dicocokkan / dikalibrasi waktunya secara tepat dengan radio/televisi/internet.
3. Cari lokasi di samping Selatan atau di halaman depan masjid yang masih mendapatkan penyinaran matahari pada jam-jam tersebut serta memiliki permukaan tanah yang datar lalu pasang tongkat secara tegak dengan bantuan pelurus berupa tali dan bandul. Persiapan jangan terlalu mendekati waktu terjadinya istiwa utama agar tidak terburu-buru.
4. Tunggu sampai saat istiwa utama terjadi amatilah bayangan matahari yang terjadi dan berilah tanda menggunakan spidol, benang kasur yang dipakukan, lakban, penggaris atau alat lain yang dapat membuat tanda lurus.
5. Di Indonesia peristiwa Istiwa Utama terjadi pada sore hari sehingga arah bayangan menuju ke Timur. Sedangakan bayangan yang menuju ke arah Barat agak serong ke Utara merupakan arah kiblat yang tepat.
6. Gunakan tali, susunan tegel lantai, atau pantulan sinar matahari menggunakan cermin untuk meluruskan arah kiblat ini ini ke dalam masjid / rumah dengan menyejajarkannya terhadap arah bayangan.
7. Tidak hanya tongkat yang dapat digunakan untuk melihat bayangan. Menara, sisi selatan bangunan masjid, tiang listrik, tiang bendera atau benda-benda lain yang tegak. Atau dengan teknik lain misalnya bandul yang kita gantung menggunakan tali sepanjang beberapa meter maka bayangannya dapat kita gunakan untuk menentukan arah kiblat. (sumber: Rukyat Hilal Indonesia (RHI))