Kampar (Inmas)- Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar, H. Maswir, M.Ag dalam penyampaian materi kepada para peserta Musabaqah Bahsil Kutub (MBK) mengatakan jadikan Musabaqah Bahsil Kutub sebagai hobi bagi penyuluh. Inilah salah satu poin yang disampaikan Maswir dalam kegiatan MBK yang dilaksanakan di lantai II Kemenag Kampar, hari ini Selasa (25/02)
Maswir mengatakan Seleksi Musabaqah Bahsil Kutub (MBK) merupakan kegiatan rutin tahunan yang bertujuan mewujudkan penghulu yang berkompeten, profesional dan berintegritas serta membiasakan diri agar lebih dekat secara emosional untuk membaca kitab-kitab kuning sekaligus menjadikannya sebagai hobi bagi penghulu dan penyuluh.
Ini harus menjadi rutinitas dan jadikan kebiasaan yang baik, karena kitab yang dibaca erat kaitannya dengan tugas dan fungsinya sebagai Penghulu," ujar Maswir dihadapan 21 orang peserta seleksi MBK. Kasi Bimas Islam. Maswir memberikan apresiasi kepada seluruh peserta Seleksi Musabaqoh Bahsil Kutub serta menekankan bahwa kegiatan ini harus berorientasi pada pengembangan kompetensi dalam upaya mendukung tugas dan fungsinya sebagai penghulu.
Selanjutnya Maswir mengatakan kitab yang menjadi rujukan dalam seleksi Musabaqah Bahsil Kutub (MBK) adalah Fathul Mu’in. Sedangkan komponen yang dinilai dalam Musabaqah Bahsil Kutub (BMK) adalah Fashahah Al-Qiraat (Kefasihan membaca) ,Shahih Al- Qiraat (Kebenaran Membaca), Fahm Al Ma’ani (Pemahaman Makna), Mafhum Waqi Bilmaqru’ (Istimbat Hukum), Ujar Maswir. (Ags/Usm/Mjs)