0 menit baca 0 %

Mastuki HS, Karo HDI Ajak Humas Kemenag Kreatif dan Tingkatkan Kerja

Ringkasan: Tangsel (Inmas) Kemenag saat ini berada pada posisi yang sudah mulai diperhitungkan dimata public. Oleh karena itu, bersamaan dengan perkembangan yang cukup siginifikan tersebut, peran humas semakin ditantang untuk semakin kreatif dan inovatif. Demikian disampaikan Mastuki saat menjadi narasumber pa...

Tangsel (Inmas) – Kemenag saat ini berada pada posisi yang sudah mulai diperhitungkan dimata public. Oleh karena itu, bersamaan dengan perkembangan yang cukup siginifikan tersebut, peran humas semakin ditantang untuk semakin kreatif dan inovatif. Demikian disampaikan Mastuki saat menjadi narasumber pada kegiatan diklat kehumasan pada Selasa (28/11) di gedung V lantai I Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI.

40 peserta yang tersebar dari 28 provinsi se-indonesia terlihat fokus dan bersemangat mengikuti materi yang disampaikan Mastuki. Dihadapan seluruh peserta yang merupakan pelaksana pada kehumasan maupun beberapa fungsional kehumasan, Mastuki menyampaikan beberapa hal penting terkait upaya revitalisasi kehumasan agar terus bergerak kearah yang lebih baik.

Revitalisasi itu bisa dilakukan melalui beberapa hal, sebutnya. Pertama dengan membangun citra dan reputasi positif Kemenag ditengah masyarakat, mengingat peran kehumasan memiliki posisi yang sangat sentral dalam membangun kepercayaan public sekaligus mensosialisasikan kebijakan dan program Kemenag.

Hal ini terbukti, capaian kinerja Kemenag pada tiga tahun terakhir untuk indeks reformasi birokrasi yang dikeluarkan Kemen-PAN dan RB pada Tahun 2015 mencapai 69,14 (kategori B), sambungnya. Begitu pula untuk indeks kerukunan umat beragama Tahun 2016 sudah mencapai 75,47 serta Indeks Kepuasan Jamaah Haji berada pada nilai 84,85 untuk Tahun 2017 ini, jelasnya mencontohkan.

Hal ini berarti, survey yang dilakukan pihak internal kita, berkaitan dengan capaian kinerja Kemenag,  direspon masyarakat dengan baik, lanjut pejabat kelahiran Banyuwangi ini.

Lebih dari itu pelaku humas harus mampu mengasah dan mengembangkan inovasi dan kreasi baru dalam koridor dan aturan yang ada. “Jangan melulu terjebak dengan stigma tanpa anggaran, kita tidak akan bisa bergerak dan berkreasi”, tutur pejabat kalem ini.

Mastuki juga mengungkapkan strategi lainnya untuk meningkatkan citra positif Kemenag. Diantaranya pembenahan kualitas website baik itu konten maupun tampilannya. "Khusus untuk berita maksimalkan publish di website dan medsos lainnya, humas harus mampu mengimpress diri sendiri dari sekarang untuk mendongkrak citra positif instansi kita", tutur Mastuki. Selanjutnya juga perlu secara continue memperkuat tanggung jawab dengan menunjukkan kinerja (performance).

Ia juga berpesan agar senantiasa mengupgrade pengetahuan dan wawasan tentang kehumasan. Humas harus jeli dalam mencari, mengklasifikasi sekaligus mengklarifikasi data dan informasi kepada publik.

Karo HDI ini menambahkan bahwa menjadi Humas di Kemenag harus mampu menggeser isu isu seremonial menjadi isu kinerja, melek media serta mampu bersinergi dengan instansi terkait lainnya.(vera)