0 menit baca 0 %

Masrul Hakim: Kita Harus Move On Supaya Ada Perubahan

Ringkasan: Kuansing (Inmas), Kegiatan Pembinaan Pembina Rohis Guru PAI SMP se kabupaten Kuansing yang diadakan di Aula Kantor Kementerian Agama kabupaten Kuansing pada hari Senin (14/01/2019), menghadirkan Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga H. Masrul Hakim, M.Pd.I, beliau hadir untuk memberikan ma...

Kuansing (Inmas), Kegiatan Pembinaan Pembina Rohis Guru PAI SMP se kabupaten Kuansing yang diadakan di Aula Kantor Kementerian Agama kabupaten Kuansing pada hari Senin (14/01/2019), menghadirkan Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga H. Masrul Hakim, M.Pd.I, beliau hadir untuk memberikan materi pada kegiatan tersebut.

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Kuantan Singingi Drs. H. Jisman, MA, Kepala Seksi Pakis H. Sarpeli, M.Ag yang juga menjabat sebagai Ketua Umum MUI kabupaten Kuansing, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Drs. Alfiani, dan 2 orang siswa undangan dari SMA Negeri Pintar dan SMKN 2.

"Secara umum orang yang memasukkan anaknya ke madrasah tidak begitu banyak, namun jika melihat perkembangan akhir-akhir ini, para orang tua sudah mulai banyak yang ingin menyekolahkan anaknya ke madrasah. Penyebabnya adalah karena ada sesuatu yang hilang, sesuatu yang hilang itu adalah nilai-nilai agama," jelas Masrul Hakim saat memberikan penjelasan materi.

"Di madrasah anak-anak akan lebih banyak mendapat pendidikan agama. Tren yang terjadi baru-baru ini, orang tua akan lebih bangga kalau anaknya lebih paham dibidang agama daripada anaknya pintar secara akademis. Di madrasah pendidikan agama akan lebih efektif bila dibandingkan di sekolah umum".

"Kita harus move on supaya ada perubahan, kalau tidak mau berubah maka kita akan tertinggal atau dilindas oleh perubahan itu sendiri. Sebagai contoh naik sepeda, supaya sepeda bisa bergerak dan berjalan seimbang maka harus ada pergerakan atau dikayuh".

"Berubah itu memang tidak mudah dan tidak selalu indah, akan selalu ada tantangan-tantangannya. Ada beberapa tip yang dapat dilakukan untuk menghadapi tantangan perubahan: 1. Mendeteksi diri, maksudnya apa saja yang sudah dilakukan selama ini, baik itu di kantor, di sekolah, dan lain sebagainya. 2. Set ulang diri, artinya menyesuaikan diri dengan cara yang baru. Yang perlu diingat untuk dapat meng set ulang diri adalah: vision, passion, action, dan collaboration. 3. Mempunyai tujuan yang jelas. Tujuan kapal berlayar adalah supaya bisa sampai dengan selamat di pelabuhan".

"Mari kita membiasakan diri dengan akhlak mulia, meskipun tantangannya berat. Guru agama harus move on, dari baik menjadi lebih baik. Dari hanya sekedar bisa, menjadi profesional. Dan perubahan-perubahan lainnya kearah yang lebih baik," jelas Masrul Hakim diakhir materinya. (N/R)