Pekanbaru
(Inmas), Pada acara peringatan isra’ mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan
pada pagi Jum’at di Masjid Ikhlas Beramal, Al-Ustadz H. Masriadi, Lc, MA
sampaikan bahwa ber-Islam pada zaman Rasulullah SAW amatlah sulit bila dibandingkan dengan kita
sekarang ini. Ungkapnya. Jum’at.(13/04)
Acara ini
dihadiri oleh Pejabat dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru dan
juga staf serta masyarakat dilingkungan masjid. Sekitar pukul 08.00 WIB acara
dimulai, diawali pembacaan ayat suci
al-Qur’an oleh qori Rizky Alwi, S. Sy, sambutan ketua Masjid Ikhlas Beramal,
Drs. H. Dahlan Jamil, MA, selanjutnya sambutan dari Ka. Kankemenag Kota
Pekanbaru disampaikan oleh Plh. Drs. H. Nasaruddin, M.Pd. Selanjutnya tausiah
yang disampaikan oleh Ustadz H.
Masriadi, Lc, MA. dan ditutup dengan do’a.
Dalam
tausiahnya ia menceritakan bahwa jarak Mekah ke masjidil aqso 1500 KM ditempuh
Nabi SAW hanya dalam waktu yang singkat, tentu suatu hal yang mustahil terjadi
bila diukur dengan kendaraan yang ada pada zaman itu. Sulit untuk dipercaya
dengan akal mereka. Tapi Raul bukan berjalan sendiri melainkan diperjalankan
sebagaimana terangkan dalam QS. Isra’ ayat 1. Karena ia diperjalankan maka
tidak mustahil terjadi kalau Allah menghendakinya. Ungkap Masriadi.
Buah dari peristiwa ini adalah shalat lima
waktu. Jadi dengan setiap tahun kita memperingati isra’ mi’raj hendak ada
peningkatan kita pada shalat dalam kehidupan sehari-hari. Ini bukti bahwa
peringatan isra’ mi’raj bermanfaat. Jelasnya. (Idris)