Kampar (Inmas) – Teladanai Akhlak Rasulullah. Demikian salah satu poin yang disampaikan Penyuluh Agama Islam Fungsional Kantor Urusan Agama (KUA) Kecampat Kampar Timur Masnu SAg, dalam tausiyahnya pada acara peringatan Maulid Nabi Muahammad SAW tahun 1438 H, di Desa Sungai Tonang, Kec. Kampar Utara, hari kamis (15/12) di Gedung PDTA TI II. Hadir dalam acara tersebut, Kepala Desa Sungai Tonang, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Alim Ulama dan masyarakat lainnya.
Masnur mengatakan, Nabi Muhammad SAW lahir dan diangkat sebagai pembawa risalah syi’ar kebenaran (al Islam) sebagai ajaran Tauhid atau Aqidah yang Haq, sehingga setiap muslim dituntut untuk selalu melakukan evaluasi atau koreksi terhadap keikhlasan tauhidnya.Sebagai Aqidah yang haq,Islam muncul dan dibawa Nabi Muhammad SAW di tengah masyarakat Arab yang diliputi dan sangat akrab dengan kehidupan Jahiliyah yang disebabkan keyakinan sesembahan berhala yang diyakini sebagai tuhan berupa patung serta tempat-tempat tertentu yang dipandang angker atau syakral.
Ajaran Islam yang diturunkan ALLÁH SWT sebagai wahyu-Nya kepada Rasulullah Muhammad SAW merupakan ajaran kebenaran Tauhid kepada ALLÁH sebagai satu-satunya Zat yang patutdisembahdanhanya kepada-Nyalah memohon segala pertolongan.Oleh karena itu, sebagai wujud kecintaan kepada Nabiyullah SAW sekaligus bentuk ketaatan kepada ALLÁH SWT, maka seharusnya setiap insan berupaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki dan mengikhlaskan Tauhidnya serta mengamalkan ibadah secara ikhlas dan berusaha agar tidak menodai ibadahnya dengan berbagai bentuk kemusyrikan, misalnya; berkeyakinan bahwa ada tempat-tempat atau benda-benda tertentu yang dianggap angker, keramat atau memiliki keajaiban sehingga menggiring hatinya untuk melakukan sesajian. Tegasnya bahwa hanya ALLÁH semata Tuhan kita serta hanya kepada-Nya kita berserah diri, ucap Masnur.
Kemudian Rasululah SAW diutus sebagai Uswatun Hasanah (panutan atau teladan yang baik) bagi segenap manusia. Selaku pembawa risalah Islam, Nabi Muhammad SAW dinobatkan sebagai Rasul ALLÁH yang telah dimodali dengan karakter sikap kepribadian dan keteladanan yang sangat mulia, sehingga sepatutnya dari peringatan Maulid ini, setiap insan Mu’min dituntut untuk merefleksikan, menghayati dan mengamalkan berbagai sifat dan perbuatan mulia yang dimiliki Nabi Muhammad SAW, yakni Shiddiq (jujur/berkata benar), Amanah (terpercaya/memegang teguh kepercayaan), Tabligh (senantiasa menyampaikan kebenaran sekalipun terasa pahit atau berat) dan Fathanah, (cerdas karena ketekunan dan keuletan), papar Masnur.
Setelah tausiyah peringatan Nabi Muhammad SAW, dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada pemenang perlombaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat anak-anak, Sholat Jenazah, dan lomba bacaan Ayat-ayat pendek. (Ags/Usm)