Kampar (Humas) – Betapa indahnya kehidupan didunia ini, bila mana kita saling bersilaturrahim. Hal itu yang disampaikan Abuya Masnur SAg yang juga merupakan salah seorang Penyuluh Agama di Kantor Urusan Agama Kec. Kampar Utara, dalam tausiyah pagi Jum’at (10/04) di Musholla Miftahul ‘ilmi Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.
Dalam ceramahnya Masnur mengatakan, Silaturrahim ini adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Dengan terhubungnya silaturrahim, maka ukhuwah Islamiyah akan terjalin dengan baik. Bagaimana pun besarnya umat Islam secara kuantitatif, sama sekali tidak akan ada artinya bila mana di dalamnya tidak ada persatuan dan kerja sama untuk taat kepada Allah SWT.
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda “Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan? “Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan adalah pahala orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah siksaan bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan” terang Masnur.
Lebih lanjut Masnur mengurai, “Silaturrahim ini tidak sekedar bersentuhan tangan atau memohon maaf belaka. Ada sesuatu yang lebih hakiki dari itu semua, yaitu aspek mental dan keluasan hati. Hal ini sesuai dengan asal kata dari silaturrahim itu sendiri, yaitu shilat atau washl, yang berarti menyambungkan atau menghimpun, dan ar-rahiim yang berarti kasih sayang,“tambahnya.
Tentang hal ini Rasulullah SAW bersabda, “Yang disebut bersilaturahmi itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturahmi itu ialah menyambungkan apa yang telah putus” (HR. Bukhari), jelas Masnur. (Ags)/edit vera)