Rokan Hilir (inmas)- H. Ahmad Supardi, Mantan Kakanwil Kemenag Riau pada hari Selasa (22/1/2019) yang lalu sampaikan materi “masjid sebagai pusat penguatan nilai-nilai Islam" pada acara Pendidikan dan pelatihan (Diklat) manajemen masjid terselenggara atas kerjasama Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir.
H. Ahmad Supardi menjelaskan, jika melihat dari esensi makna dari idarah masjid tersebut, maka pengurus maupun jamaah masjid mempunyai tugas dan tanggungjawab untuk memakmurkan masjid. Langkah ini penting agar peran dan fungsi masjid sebagai pusat pertumbuhan peradaban islam dapat diaplikasikan di tengah-tengah umat.
“Apalagi selama ini masih ada anggapan dari umat Islam bahwa masjid hanya sebatas sebagai pusat ibadah dalam arti sempit seperti shalat, padahal seharusnya masjid bisa lebih dikembangkan menjadi madrasah, tempat konsultasi hukum islam, maupun sosial kemasyarakatan lainnya,” ungkapnya.
H. Ahmad Supardi berharap setelah mengikuti pelatihan ini, agar benar-benar bisa menerapkan pengelolaan masjid secara profesional, sehingga bisa menghilangkan persepsi masjid hanya untuk tempat ibadah dalam arti sempit tersebut. Sebab, berpijak pada prinsip ajaran Islam tentang keterpaduan antara ibadah mahdhoh dengan ibadah sosial, maka masjid haruslah memancarkan cahaya yang menyinari lingkungan dan jamaahnya.
“Oleh karena itu, setiap kegiatan yang dilakukan di dalam masjid harus berimplikasi kemanfaatan dalam kehidupan masyarakat. Bahkan setiap persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, kalau mungkin dapat diselesaikan berdasarkan nilai-nilai yang berkembang di dalam masjid,” ungkapnya.
Beliau juga mengajak para pengurus masjid untuk lebih aktif dan kreatif serta ikhlas melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan di masjid. Terlebih saat ini umat islam dihadapkan dengan pengaruh negatif dari globalisasi, seperti persoalan mulai lunturnya moral dan akidah generasi muda Islam, pengaruh narkoba, pornografi, minuman keras dan kenakalan remaja.
“Kita punya tanggungjawab untuk membangkitkan semangat remaja islam masa kini, agar mencintai dan memakmurkan masjid. Mengingat, ada kecenderungan di beberapa daerah, remaja Islam sudah jarang sekali berada di masjid, mereka terkalahkan teknologi canggih serta pergaulan bebas,” tandasnya. (Nsh)