0 menit baca 0 %

Masjid Sebagai Pemersatu Umat dan Bangsa

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) - Permasalahan SARA yang terjadi di Republik ini seakan tidak pernah berhenti karena kondisi masyarakat yang heterogen. Akan tetapi sejauh ini Pancasila masih memegang peran penting bagi masyarakat untuk menjaga keamanan dan kestabilan negara tercinta ini.

Pekanbaru (Inmas) - Permasalahan SARA yang terjadi di Republik ini seakan tidak pernah berhenti karena kondisi masyarakat yang heterogen. Akan tetapi sejauh ini Pancasila masih memegang peran penting bagi masyarakat untuk menjaga keamanan dan kestabilan negara tercinta ini.

Permasalahan Aksi Damai 4 November 2016 merupakan reaksi dan aksi yang terpicu dari "mulut" seorang pejabat negara yang menyakitkan umat Islam. Hal ini jugalah yang memotivasi Forum Pengurus Masjid Provinsi Riau mengadakan dialog untuk bertukar informasi dan mencari solusi atas mmasalah ini.

MUI Provinsi Riau bekerja sama dengan Kanwil Kemenag Prov. Riau mengadakan Forum Diskusi Pengurus Masjid yang bertemakan 'Menjadikan Masjid Pemersatu Umat dan Bangsa Menuju NKRI Penuh Berkah", Senin (21/11), di Aula Besar Kanwil Kemenag Prov. Riau. Kegiatan dialog ini dihadiri oleh para pengurus masjid se-Prov. Riau dan tokoh agama Islam, Narasumber yang dihadirkan pun beragam yaitu Ka.Kanwil Kemenag Riau yang diwakili oleh Kabag Tata Usaha, H> Muhammad Saman, S.Sos, M.Si, Kepala Kesbangpol Prov. Riau, Kepala BIN Riau, Marsma TNI Bambang Prayoga, Sekretaris MUI Prov. Riau, H. Fajeriansyah, Lc, MA, Tokoh Agama Islam, Tengku Lukman Jafar dan kegiatan ini dipandu oleh Zul Husni Doma.

"Dialog ini merupakan kegiatan diskusi untuk saling bertukar pendapat dan menemukan solusi atas penentuan sikap mengenai permasalahan SARA yang sedang dialami oleh kita semua terutama umat Islam. Kejadian penistaan agama yang diungkapkan oleh Ahok merupakan musibah akidah terbesar pada umat Islam tapi dibalik musibah itu ada sesuatu yang bisa kita jadikan pelajaran berharga dalam hal beragama. Maka dari itu dengan kegiatan diskusi ini mari kita semua bertukar pendapat dan menggali informasi lebih dalam untuk menemukan solusi atas permasalahan ini," pengantar moderator, Zul Husni Doma.

H. Muhammad Saman yang merupakan salah satu narasumber menjelaskan bahwa Kementerian Agama merupakan instansi pemerintah yang bertugas menjaga perdamaian antar umat beragama karena Kementerian Agama berkewajiban untuk membina umat beragama bukan hanya Islam tapi 5 agama lainnya yaitu Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Kong Hu Cu.

"Kerukunan antar umat beragama sudah menjadi tupoksi program kerja kami yang paling utama karena NKRI merupakan negara yang heterogen sehingga stabilitas negara baik itu keamanan dan kesejahteraan terletak pada umat beragamanya yang dapat hidup berdampingan dan damai," papar Saman biasa dipanggil.

Lebih lanjut Saman berharap dengan adanya dialog ini yang dihadiri oleh para pengurus masjid, tokoh agama, dan ulama dapat memberikan solusi agar provinsi tercinta ini tetap dalam kondisi yang aman dan damai. (nvm)