ROKAN HULU (KEMENAG), Pengurus Masjid Agung Madani Islamic Centre Pasirpengaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, pada Sabtu (29/3/2014) kemarin menggelar khitanan bagi 100 anak tidak mampu di empat Kecamatan.Khitanan massal upaya menerapkan fungsi Masjid Agung Madani sebagai pusat aktivitas kegiatan keagamaan juga sosial umat.
Kegiatan dibuka Bupati Rohul, Drs. H. Achmad M.Si, juga dihadiri Pengurus harian Masjid Agung Madani Pasirpengaraian Abdul Haris dan H Bisri. Turut dihadiri Ketua TP PKK Rohul Hj Maghdalisni Achmad, kapolsek Rambah, Iptu Khaidir, juga para orang tua yang anaknya ikut khitanan massal.
Dalam sambutannya, Bupati meng-apresiasi positif kegiatan yang di Masjid Agung Madani. Menurutnya, kegiatan sosial itu merupakan salah satu langkah menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas sosial kemasyarakatan umat Islam di Kabupaten Rohul.
“Khitanan massal ini, akan menjadi agenda tahunan yang digelar pengelola Masjid Agung Madani. Kegiatan ini cukup membantu masyarakat.
Fungsi masjid bukan hanya untuk tempat beribadah, namun sebagai tempat kegiatan sosial masyarakat yang menyentuh langsung ke masyarakat kurang mampu seperti khitanan yang digelar saat ini,” kata Bupati.
Sementara, pengurus Harian Masjid Agung Madani Pasirpengaraian, Abdul Haris mengakui, kegiatan khitan massal, merupakan kegiatan sosial yang dananya bantuan dari infaq maupun sedekah jemaah, untuk masjid, kaum duafa, juga anak yatim piatu.
Khitanan massal ini menggunakan dana infaq dan sadakah untuk kaum duafa. Kegiatan khitanan dilakukan bagi 100 anak berasal dari Kecamatan Rambah, Rambah Samo, Bangun Purba dan Bonai Darussalam.
Kata Abdul Haris lagi, untuk mengkhitan 100 anak, dilibatkan 12 tim medis dari dua Puskesmas. Khitanan gratis dan seluruh anak yang ikut khitan diberi bingkisan berupa kain sarung, biscuit, susutermasuk uang saku.
Sejumlah orang tua yang dampingi anaknya khitan mengaku, mereka sangat terbantu dengan kegiatan bakti sosial khitanan massal gratis oleh Masjid Agung Madani Pasirpengaraian.
Mereka berharap, kegiatan bakti sosial ini dapat rutin dilakukan setiap tahunya karena dinilai membantu keluarga lemah.
“Jelasnya kegiatan yang dilaksanakan cukup membantu masyarakat, karena anak kita yang dikhitan gratis, mereka juga dapat bingkisan, kain sarung termasuk uang saku. Sehingga kita harapkan kedepannya, kegiatan sosial ini bisa terus dilaksanakan dan jadi kegiatan rutin di Masjid Agung Madani,” harap Zubaidah dan Santi, orang tua anak yang ikuti khitan massal.
Sementara itu Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat positif dan sekaligus membuktikan bahwa masjid telah berfungsi, bukan hanya sekedar tempat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai tempat pembinaan dan pemberdayaan umat.
Saya berharap agar 800 an masjid yang ada dan tersebar di 16 kecamatan se Rohul dapat meningkatkan fungsinya, sebagai tempat ibdah dan tempat pembinaan dan pemberdayaan umat, tandasnya.***(Humas/Adv/Ash)