Maret, MQK IV Tingkat Provinsi Riau Digelar
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) IV Tingkat Provinsi Riau dijadwalkan pada minggu ketiga bulan Maret 2011. Karena sebelum MQK di gelar, Bidang Pendidikan Pondok Pesantren (Pekapontren) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau akan melakukan penyeleksian Hakim...
Pekanbaru (Humas)- Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) IV Tingkat Provinsi Riau dijadwalkan pada minggu ketiga bulan Maret 2011. Karena sebelum MQK di gelar, Bidang Pendidikan Pondok Pesantren (Pekapontren) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau akan melakukan penyeleksian Hakim MQK dalam rangka upaya pengoptimalan penilaian hakim dalam musabaqah membaca kitab kuning tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Kasi Pengembangan Santri Bidang Pekapontren Kanwil Kemenag Riau, Herra Firmansyah S Ag, Jumat (28/1) saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurutnya, MQK IV tingkat Provinsi Riau merupakan persiapan dalam rangka menghadapi MQK Nasional IV di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang rencananya akan digelar pada Juli 2011. Dimana pada MQK tersebut akan memperlombakan sebanyak 8 bidang ilmu dengan 28 cabang untuk Marhalah Ula (usia maksimal 14 tahun), Marhala Wustha (usia maksimal 17 tahun), Marhala Ulya (usia maksimal 20 tahun) dan Marhalah Aliy (usia maksimal 23 tahun).
"Untuk saat ini, Kabupaten dan Kota se Riau sedang menggelar MQK tingkat kabupaten, pemenang pada tingkat kabupaten akan dikirim untuk mengikuti MQK tingkat Provinsi. Selanjutnya yang terbaik pada tingkat provinsi akan kita TC sebelum dikirim untuk mengikuti MQK tingkat nasional," jelas Herra.
Herra menambahkan, MQK yang digelar tiga tahun sekali ini dalam rangka mempererat silaturrahim antar pondok pesantren selain untuk meningkatkan peran pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dalam mencetak kader ulama dan tokoh masyarakat di masa depan. Mendorong dan meningkatkan kecintaan para santri kepada kitab-kitab rujukan berbahasa arab, serta meningkatkan kemampuan santri dalam melakukan kajian dan pendalaman ilmu-ilmu agama Islam dari sumber kitab-kitab berbahasa arab.
"MQK juga merupakan upaya pemerintah untuk memotivasi dan meningkatkan perhatian dan kecintaan para santri untuk terus mempelajari kitab-kitab kuning (kutub at-turats) sebagai sumber utama kajian ilmu-ilmu agama Islam. Sehingga, saat selesi menuntut ilmu di Pondok Pesantren, para santri mampu membaca dan memahami kitab kuning," jelasnya. (msd)
Bidang Ilmu MQK:
1. Tafsir
2. Fiqih
3. Hadist
4. Nahwu
5. Akhlaq
6. Ashul Fiqih
7. Tarikh
8. Balaghah.
Nama Cabang & Kitab MQK:
I. Marhalah Ula (usia maksimal 14 tahun)
1. Sulamut Taufiq
2. Al Jurumiyah
3. Ta`limul Muta`allim
4. Khulashah Nurul Yaqin.
II. Marhalah Wustha (usia maksimal 17 tahun)
1. Tafsirul Jalallain
2. Fathul Qarib
3. Subulus Salam
4. Imrithi
5. Kifayatul Athqiya
6. Al- Waraqat
7. Ar Rakhikul Makhtum
8. Ukudul Juman.
III. Marhalah Ulya (usia maksimal 20 tahun)
1. Ibnu Katsir
2. Fathul Muin
3. Syarah Nawawi`ala Shahih Muslim
4. Ibnu Aqil
5. Ihya Ulumuddin
6. Ghayatul Wushul
7. Ibnu Hisyam
8. Al- Jauharul Maknun.
IV. Marhalah Aliy (usia maksimal 23 tahun)
1. At- Thabari (Jami Al bayan)
2. Al Um
3. Fathul Bari`
4. Al- Asymuni
5. Al- Hikam
6. Jam`ul Jawamik
7. Rarikh Bidayah Wa Nihayah
8. Jawahirul Balaghah.