0 menit baca 0 %

Mantapkan Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, Kepala MTsN 3 Bengkalis Ikuti Rakor di Kanwil Kemenag Riau

Ringkasan: Bengkalis (Kemenag) - Dalam upaya memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Kepala MTsN 3 Bengkalis mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau pada Jumat (17/10/2025).Kegiatan ini diikuti oleh para Kepala Madrasah Negeri se-Provins...

Bengkalis (Kemenag) - Dalam upaya memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Kepala MTsN 3 Bengkalis mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau pada Jumat (17/10/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh para Kepala Madrasah Negeri se-Provinsi Riau dan sejumlah pejabat struktural Kemenag. Rakor tersebut membahas berbagai strategi dan langkah konkret dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta, sebuah inovasi pendidikan yang menekankan pendekatan humanis, empatik, dan berkarakter kasih sayang dalam proses belajar mengajar.

Dalam sambutannya, perwakilan dari Kanwil Kemenag Riau menyampaikan bahwa KBC diharapkan mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih menyenangkan, menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, serta membangun hubungan harmonis antara guru dan peserta didik. “Cinta adalah energi utama dalam pendidikan. Dengan cinta, guru mendidik dengan hati, dan siswa belajar dengan bahagia,” ujarnya.

Kepala MTsN 3 Bengkalis menyambut baik gagasan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk menerapkan nilai-nilai KBC di lingkungan madrasah. Menurutnya, pembelajaran berbasis cinta akan membentuk karakter siswa yang santun, peduli, dan berakhlak mulia, sejalan dengan visi madrasah yang unggul dalam iman, ilmu, dan akhlak.

“Madrasah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat menumbuhkan kasih sayang. Dengan KBC, kita ingin menciptakan lingkungan belajar yang penuh kedamaian dan saling menghargai,” ungkap Kepala MTsN 3 Bengkalis seusai mengikuti rakor.

Rakor ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk pelaksanaan KBC di satuan pendidikan madrasah, di antaranya penguatan peran guru sebagai teladan cinta, penyesuaian metode pembelajaran yang berorientasi pada kebahagiaan peserta didik, serta kolaborasi antara madrasah, orang tua, dan masyarakat dalam menumbuhkan budaya cinta di lingkungan sekolah.

Dengan terselenggaranya rakor ini, diharapkan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di seluruh madrasah di Provinsi Riau, termasuk di MTsN 3 Bengkalis, dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas. (YTX)