0 menit baca 0 %

Manasik Haji JCH Bengkalis di Buka Bupati Bengkalis

Ringkasan: Riau (Inmas) Ratusan calon jamaah haji Kabupaten Bengkalis menghdairi pembukaan Manasik Haji Kabupaten bengkalis Tahun 1438 H/ 2017 M yang diselenggarakan Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis di Masjid Arafah Kota Duri. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Bengkalis Amril Mukminin SE MM, pada R...

Riau (Inmas) – Ratusan calon jamaah haji Kabupaten Bengkalis menghdairi pembukaan Manasik Haji Kabupaten bengkalis Tahun 1438 H/ 2017 M yang diselenggarakan Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis di Masjid Arafah Kota Duri. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Bengkalis Amril Mukminin SE MM, pada Rabu Siang (12/07).

Tampak hadir pada kegiatan tersebut Kakankemenag Bengkalis, para pejabat Pemkab Bengkalis, Kasi Penyelenggara Haji dan umrah Bengkalis, para pembimbing manasik haji, Kepala KUA, ketua dan pengurus masjid Arafah Duri, para panitia manasik haji.

Bupati mengatakan dihadapan seluruh JCH bahwa dengan menunaikan rukun Islam yang ke lima akan mampu meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Swt dan mampu meningkatkan ukhuwah islamiyyah diantara kita sesama umat muslim.

Kegiatan ini dikatakan sangat penting dan sangat bermanfaat bagi calon jamaah haji, karena kegiatan ini akan dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang pelaksanaan ibadah haji sesuai syari’at Islam dan proses ibadah haji, tuturnya.

Kepada JCH ia berpesan agar dapat menyiapkan diri dengan maksimal, baik itu persiapan fisik maupun mental dan yang tak kalah penting adalah ilmu dan pemahaman yang benar tentang bagaimana cara pelaksanaan ibadah haji dalam syari’at itu sendiri. “Ilmu tanpa amal adalah kegilaan, dan amal tanpa ilmu adalah sebuah kesia-sian”, pesannya mengambil kutipan dari  Imam Al ghazali.

Kami berharap agar JCH dapat mengikuti kegiatan yang berlangsung sampai hari Kamis (13/07) dapat dilaksanakan dengan sungguh sungguh, dengan harapan calon jamaah haji Bengkalis dapat menjadi tauladan bagi jamaah haji lainnya.

Selain itu JCH juga harus memiliki tanggung jawab, solidaritas dan integritas sebagai seorang muslim yang saling membantu, saling mengingatkan dan menasehati, serta mengajak ber’amar ma’ruf nahi mungkar, pesannya lagi.

Pada kesempatan tersebut Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA didaulat sebagai salah satu narasumber kegiatan manasik haji, menegaskan dalam materinya yang bertemakan Pemantapan Manasik Haji Berbasis Qolbu dan Melestarikan Kemabruran  Haji. Bahwa haji adalah sebagai undangan Allah kepada umat muslim seluruh dunia. Menurutnya Haji dimulai dari  niat dengan menanggalkan pakaian biasa dan mengenakan pakaian ihram. Semua istilah dalam ibadah haji yang meliputi : rukun haji, wajib haji, miqat zamani, mikat makani, ihrom, tahallul, ifrod tamattu, qiran, Dam nusuk, Dam Isaah, Nafar awal maupun nafar Sani harus dipahami oleh JCH  mulai dari sekarang, ujarnya.

Tanda Haji yang mabrur itu setidaknya meliputi hal hal sebagai berikut: Pertama, Amal perbuatannya lebih baik dari sebelum menunaikan ibadah haji, selalu menebarkan salam dan kedamaian, lemah lembut dalam berbicara dan tidak menyakiti orang lain, senang dan gemar menolong orang lain, melaksanakan sholat tepat waktu dan membiasakan sholat sunat, menghormati dan mengharagai pendapat orang lain, tabah dan tawakkal dalam menghadapi pendapat orang lain, tabah dan tawakkkal dalam menghadapi musibah serta mohon perlindungan Allah Swt, murah hati dan tidak takabbur, berkepribadian muslim dan muslimah dalam bertindak, berupaya mewujudkan kebahagiaan dalam keluarga, terang Kakanwil dihadapan seluruh JCH yang hadir.(vera)

 

Â