0 menit baca 0 %

Manasik Akbar Kemenag Kuansing untuk Anak-anak Raudhatul Athfal (RA)

Ringkasan: Kuansing (Inmas), Haji adalah kewajiban setiap orang yang beragama Islam, bagi yang mampu memenuhi syarat dan rukunnya. Kewajiban haji dibebankan atas orang-orang yang memenuhi persyaratan berikut: 1. Islam, 2. Berakal, 3. Baligh, 4. Merdeka, dan 5. Mampu.

Kuansing (Inmas), Haji adalah kewajiban setiap orang yang beragama Islam, bagi yang mampu memenuhi syarat dan rukunnya. Kewajiban haji dibebankan atas orang-orang yang memenuhi persyaratan berikut: 1. Islam, 2. Berakal, 3. Baligh, 4. Merdeka, dan 5. Mampu. Bagi yang belum bisa memenuhi syarat tersebut, tidak diwajibkan haji atasnya. Namun semua kembali kepada kita, dengan memasang niat dan kemauan yang kuat InsyaAllah akan dimampukan oleh Allah.

RA Aqzia yang mempunyai motto "We Building Children of Islamic Character", melalui surat izin yang ditujukan ke KanKemenag Kabupaten Kuansing mengadakan kegiatan manasik haji anak. Rabu (28/02) pagi sekitar pukul 08:45 WIB, Kakankemenag Kabupaten Kuansing yang diwakili oleh Kasubbag TU H. Armadis, S.Ag membuka acara manasik haji di aula Kantor Kemenag Kuansing. Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan 3 point penting, pertama: apresiasi kepada RA Aqzia yang telah mengadakan acara manasik haji anak tahun 2018; kedua: umur 12 tahun telah bisa mendaftar haji; dan ketiga: haji adalah wajib sedangkan umrah sunnah. Sebelum menutup kata sambutannya Kasubbag TU kembali menegaskan," Jika mempunyai kemampuan dana
dahulukanlah yang wajib, daftarkan haji dahulu setelah itu kalau mau umrah silahkan."

Setelah acara di aula, peserta yang terdiri dari siswa-siswi RA Aqzia di bawa ke halaman kantor, untuk mengikuti
serangkaian kegiatan praktek manasik haji. Peserta di bagi menjadi dua kelompok, kelompok anak laki-laki dan kelompok anak perempuan yang total berjumlah 150 orang. Praktek manasik berjalan dengan lancar, yang dipandu oleh 2 orang guru RA dan 2 orang pegawai kantor Kemenag Kuansing.

Acara berakhir menjelang siang, peserta manasik, guru, beserta orang tua dari siswa yang mendampingi anaknya pun kembali ke tempatnya masing-masing, dengan harapan dihati orang tuanya semoga anak mereka suatu saat nanti benar-benar bisa sampai ke tanah suci, untuk menunaikan rukun islam yang kelima tersebut. (Nopri)