0 menit baca 0 %

Manajemen Waktu dalam Islam, ASN Diingatkan Pentingnya Disiplin dan Tanggung Jawab

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) - Demi waktu dhuha, demi masa, dan demi malam. Tiga makna dari potongan ayat Al-Qur an menjadi pembuka ceramah dalam kegiatan pembinaan mental dan rohani pegawai Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Kamis pagi (16/10/2025).

Kuansing (Kemenag) - Demi waktu dhuha, demi masa, dan demi malam. Tiga makna dari potongan ayat Al-Qur’an menjadi pembuka ceramah dalam kegiatan pembinaan mental dan rohani pegawai Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Kamis pagi (16/10/2025). Bertempat di Musholla Al-Ikhlas Kantor Kemenag, ceramah tersebut mengangkat tema manajemen waktu dalam Perspektif Islam yang mengajak ASN untuk lebih sadar akan nilai waktu sebagai amanah yang tidak boleh disia-siakan.

Menurut Jabrius, pegawai yang bertugas sebagai penceramah. Islam memberikan perhatian serius terhadap waktu. Tiga ayat yang disampaikan menjadi pengingat nyata mengenai manajemen waktu menurut perspektif islam."Wad-duha yang artinya demi waktu duha,  menekankan pentingnya memanfaatkan waktu pagi untuk produktivitas dan amal kebaikan. Wal ‘ashri yang artinya demi masa menunjukkan bahwa manusia sesungguhnya berada dalam kerugian kecuali yang beriman, beramal saleh, dan saling menasihati dalam kebenaran serta kesabaran. Wallaili artinya demi malam menggambarkan malam sebagai waktu untuk istirahat dan refleksi, sekaligus saat yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah,” jelasnya. 

Kepala Kantor Kemenag Kuansing, Suhelmon dalam arahannya mengulas kembali isi ceramah dengan menekankan bahwa ASN harus mampu mengatur waktu secara profesional dan proporsional.“Profesional berarti bekerja dengan kesungguhan, keikhlasan, dan keteguhan. Amanah yang diberikan negara kepada kita harus dijalankan secara jelas dan bertanggung jawab,” ujar Suhelmon.

Sementara itu, sikap proporsional menurutnya adalah kemampuan untuk menempatkan segala sesuatu sesuai dengan porsinya. “Kita harus adil dalam membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, ibadah, dan istirahat. Semuanya harus diatur secara seimbang,” tambahnya.

Kegiatan pembinaan ini merupakan agenda rutin setiap Kamis pagi di lingkungan Kemenag Kuansing. Pada kesempatan kali ini, Mujiono bertugas sebagai moderator dan Jumasri membacakan tilawah Al-Qur’an. Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter ASN yang tidak hanya berkompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas spiritual dan kedisiplinan tinggi dalam menjalankan tugas.