Siak
(Inmas) - Isu perubahan iklim saat ini telah menjadi isu dunia karena dampak
yang ditimbulkannya memang sangat luas. Mungkin diantaranya yang sudah kita
rasakan sekarang, misalnya iklim dan cuaca yang tidak menentu serta sering
terjadinya bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dll. Apa yang bisa kita
upayakan untuk mengurangi dampak pemanasan global tersebut?
Kita
tidak usah berfikit secara muluk-muluk dahulu, minimal kita laksanakan di
lingkungan yang paling dekat dengan kita. Sekolah merupakan lingkungan yang
bisa kita manfaatkan untuk mengkampanyekan tentang isu pemanasan global ini.
Sehubungan dengan itulah, MAN Siak mengadakan kegiatan pemanfaatan sampah
organik dan an organik yang ada di sekolah untuk bisa diubah menjadi produk
baru yang lebih bernilai dengan mengangkat tema, “Sampahmu Kreativitasmu, Mari
Kita Tingkatkan Kepedulian Terhadap Sampah”.
Mengapa
sampah?, menurut Kepala Sekolah MAN Siak, Dra. Maita Yunilda, “Kita tahu bahwa
sekolah merupakan salah satu penyumbang sampah yang besar dan ini merupakan
potensi yang membahayakan, karena sampah ( terutama sampah an organik) sulit
diurai tanah, misalnya sampah plastik yang baru bisa diurai tanah selama 180
tahun. Waktu yang sangat lama hanya untuk mengurai satu jenis sampah padahal
produksi sampah akan semakin meningkat.
Kegiatan
yang dilaksanakan oleh MAN Siak ini difokuskan pada pemanfaatan sampah an
organik (plastik, kertas, botol air mineral) karena volumenya lebih besar
dibanding sampah organik. Sampah akan diolah menjadi produk kerajinan yang
nantinya bisa di jual yang bisa mendatangkan keuntungan finansial bagi siswa.
Menurut Maita, kegiatan ini merupakan follow up tentang Perubahan Iklim (Climate
Change) yang saat ini melanda dunia. (Hadi)