0 menit baca 0 %

MAN Lipatkain Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Ringkasan: Lipatkain (Humas)- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dimaksudkan untuk mengenal lebih dekat sejarah kelahiran Rasululullah Muhammad SAW dan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi dalam kehidupan Penghulu Alam tersebut beserta hikmahnya. Kejadian yang bermakna sejak Beliau lahir sampai wafatnya R...
Lipatkain (Humas)- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dimaksudkan untuk mengenal lebih dekat sejarah kelahiran Rasululullah Muhammad SAW dan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi dalam kehidupan Penghulu Alam tersebut beserta hikmahnya. Kejadian yang bermakna sejak Beliau lahir sampai wafatnya Rasulullah perlu diketahui oleh umat Islam utamanya generasi muda agar tidak terjebak dalam kehidupan yang menyesatkan. Demikian disampaikan Kepala MAN Lipatkain Martapuri MA, pada acara peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Tahun 1434 H/ 2013 M bertempat di Mushalla Ulul Al-Bab MAN Lipatkain pecan lalu. Acara tersebut dihadiri oleh Majelis Guru, Karyawan-Karyawati, dan Siswa-Siswi MAN Lipatkain. Lebih lanjut, Martapuri menyampaikan, dengan mengenal sosok kepribadian Rasulullah SAW kita dapat mencontoh kepribadian dan akhlak beliau khususnya dalam membina keluarga, berbangsa dan bernegara, sehingga dapat pula kita terapkan dalam aktivitas kita sehari-hari. "jangan sampai kita lebih mengenal artis-artis ketimbang Nabi Muhammad sebagai pemimpin umat, pembawa rahmat dari dunia sampai akhirat," ujarnya. Dalam kesempatan tersebut Ustadz yang menyampaikan ceramah, Rianto SPdi guru Pondok Pesantren Darul Wasi'ah Simalinyang ini mengatakan, betapa pentingnya akhlak dalam kehidupan sehari-hari, baik akhlak kepada Allah dan manusia maupun akhlak kepada tumbuhan dan binatang. Ustadz Rianto, lebih lajut menyampaikan juga, "manusia yang berakhlak lebih mulia dari malaikat yang selalu patuh dan taat kepada Allah sejak ia diciptakan sampai dunia kiamat. Sebaliknya sehebat dan sekaya apapun manusia tanpa memiliki akhlak maka ia lebih rendah dari hewan," pungkasnya. (khair)