0 menit baca 0 %

MAN 4 Pekanbaru Taja Musyawarah Ambalan

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas), Pada hari Ahad (16/02)  Gerakan Pramuka Gudep MAN 4 Kota Pekanbaru taja Musyawarah Ambalan. Musyawarah ambalan merupakan salah satu alat kelengkapan Ambalan disamping alat kelengkapan lain seperti Pembina Ambalan Penegak, Dewan Ambalan Penegak, Badan Pengurus Harian (BPH) Dewan A...

 

Pekanbaru (Inmas), Pada hari Ahad (16/02)  Gerakan Pramuka Gudep MAN 4 Kota Pekanbaru taja Musyawarah Ambalan. Musyawarah ambalan merupakan salah satu alat kelengkapan Ambalan disamping alat kelengkapan lain seperti Pembina Ambalan Penegak, Dewan Ambalan Penegak, Badan Pengurus Harian (BPH) Dewan Ambalan Penegak, Dewan Adat, Dewan Kehormatan dan Adat Tradisi Ambalan.

Musyawarah Ambalan merupakan forum tertinggi para Pramuka Penegak di bawah bimbingan Pembina Penegak yang dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun sekali dan dalam kondisi khusus, dapat diselenggarakan Musyawarah Ambalan Luar Biasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Gudep Pangkalan MAN 4 Pekanbaru yang juga Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, dengan membacakan sambutan dari Ketua Majelis Bimbingan Gudep (Kamabigus), Agus Salim Tanjung, MA Kepala MAN 4 Pekanbaru. “Musyawarah ambalan adalah manifestasi Dasa Dharma Pramuka keempat, yakni patuh dan suka bermusyawarah, yang secara filosofis merupakan ikhtiar menginternalisasi sila keempat Pancasila kita”. Diakhir sambutannya, Kamabigus berpesan agar anggota Pramuka MAN 4 Pekanbaru meneladani figur penggerak seperti Mahmud Marzuki, seorang da’i pemberani yang mengibarkan bendera merah putih pertama kali di Provinsi Riau, yang namanya menjadi identitas ambalan MAN 4 Pekanbaru saat ini.

Ade Kurniawan, Pembina pramuka MAN 4 Pekanbaru jelaskan bahwa “Kegiatan yang direncanakan berlangsung selama 1 (satu) hari ini, diagendakan terdiri dari 4 (empat) sidang pleno. Di sidang pleno IV, yang membahas tentang tata cara dan pemilihan Pradana Ambalan Mahmud Marzuki dan Aisyah Umar MAN 4 Pekanbaru. Sidang pleno IV ini mencari figur yang menggantikan Ramadhan Wirandi untuk Pradana-nya, dan Efi Aisyah untuk Pradani-nya, dikarenakan keduanya merupakan siswa kelas XII (Dua Belas), yang akan segera mengikuti tahapan ujian kelulusan madrasah pada pertengahan Maret ini”. (Zhendri)