0 menit baca 0 %

MAN 4 Pekanbaru Diprogramkan Menjadi MAPK Unggul Keagamaan

Ringkasan: Riau (Inmas)- Kelas jauh MAN 2 Pekanbaru yang baru saja diresmikan menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Pekanbaru oleh Menteri Agama akhir Oktober 2018 diprogramkan menjadi Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) unggulan dalam bidang keagamaan tahun 2019.Hal tesebut ditegaskan Plt Kepala MAN 4 Peka...

Riau (Inmas)- Kelas jauh MAN 2 Pekanbaru yang baru saja diresmikan menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Pekanbaru oleh Menteri Agama akhir Oktober 2018 diprogramkan menjadi Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) unggulan dalam bidang keagamaan tahun 2019.

Hal tesebut ditegaskan Plt Kepala MAN 4 Pekanbaru, H Marzuki M Ag didampingi Waka MAN 4 Pekanbaru, Agus Salim Tanjung MA, Kamis (29/11/18) kemarin usai melakukan tinjauan dan rapat persiapan sykuran atas peresmian MAN 4 Pekanbaru di MAN 4 Pekanbaru yang terletak di Muara Fajar.

MAN 4 Insyaallah akan kita arahkan menjadi MAPK, dengan adanya MAPK akan bisa dibangun asrama dan anak anak yang jauh bisa lebih mudah menjalani studinya. Untuk itu kita sangat mengharapkan dukungan semua pihak, khususnya keluarga besar Kanwil Kemenag Riau dan seluruh masyarakat agar ini bisa terwujud,” harapnya.

Menurut Marzuki, MAPK merupakan salah satu pembagian madrasah yang telah ditetapkan oleh Menteri Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Madrasah. Dimana, Direktorat Pendidikan Madrasah membagi madrasah menjadi empat kelompok, yaitu madrasah dengan spesialisasi keagamaan dinamakan dengan MAPK, madrasah spesialisasi keilmuan sains oleh MAN IC, madrasah spesialisasi vokasi seperti SMK, dan madrasah reguler yaitu madrasah negeri dan swasta pada umumnya.

“MAPK ini dibentuk berdasarkan keputusan Menteri Agama Nomor 73 Tahun 1987 adalah sebuah pilot project membentuk generasi baru profesional dan berwawasan luas serta moderat agar mampu memahami perbedaan pemikiran keagamaan di tengah-tengah masyarakat sehingga bisa mewarnai berbagai wacana perkembangan bangsa dan Negara,” terangnya.

Dengan demikian, system pendidikan kurikulum padat agama dan bahasa (Arab dan Inggris) serta pembelajaran yang intensif dengan sistem asrama seperti pesantren. Sehingga madrasah akan mampu mencetak ulama, bahkan siswa lulusan MAPK akan diarahkan untuk melanjutkan pendidikan di Timur Tengah.

Semoga harapan kita semua bisa secepatnya di respons oleh pihak Kemenag pusat Direktur Pendidikan madrasah, Kakanwil Kemenag Riau. Karena MAPK akan menjadi pilar penting untuk mendukung revolusi mental, untuk itu porsi perhatian lebih terhadap terwujudnya MAPK harus kita berikan,” ucapnya mengharapkan dukungan semua pihak. (mus/belen/anto/ady)