Kampar ( Kemenag )--- Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Kampar Plus Keterampilan melaksanakan kegiatan Simulasi Tes Kompetensi Akademik (TKA) selama dua hari, Senin–Selasa (27–28 Oktober 2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XII dan dilaksanakan di lingkungan madrasah dengan sistem tiga sesi ujian setiap harinya.
Simulasi ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa menghadapi pelaksanaan TKA resmi tingkat nasional, sekaligus melatih kemampuan akademik serta kesiapan mental dalam mengikuti ujian berbasis digital.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan tim teknis madrasah yang terdiri dari guru pendamping dan proktor, guna memastikan jalannya simulasi berlangsung lancar dan tertib di setiap ruang ujian.
Kepala MAN 4 Kampar Plus Keterampilan, Arjuniwati, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa simulasi ini menjadi langkah penting dalam mengukur kesiapan siswa sebelum menghadapi ujian sesungguhnya.
“Melalui simulasi TKA ini, kita ingin siswa terbiasa dengan sistem ujian berbasis komputer serta mampu mengatur strategi waktu dan fokus dalam menjawab soal. Ini bagian dari pembinaan akademik yang terus kita tingkatkan agar siswa siap berkompetisi di level yang lebih tinggi,” ujar Arjuniwati.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Sri Darmayanti, S.Si., menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi bagi guru dalam menyesuaikan pembelajaran dengan karakter soal TKA.
“Simulasi ini bukan hanya untuk siswa, tetapi juga bahan refleksi bagi guru dan tim kurikulum. Kita bisa melihat materi mana yang perlu diperkuat lagi dan bagaimana mendampingi siswa agar lebih percaya diri saat ujian resmi nanti,” tuturnya.
Kegiatan simulasi berjalan tertib dan penuh antusiasme. Setiap sesi diawali dengan pengecekan sistem oleh proktor dan pengarahan dari guru pendamping. Seluruh perangkat dan jaringan komputer disiapkan secara optimal agar siswa dapat berlatih dalam suasana ujian sesungguhnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MAN 4 Kampar Plus Keterampilan menunjukkan komitmen dan kesiapan menghadapi transformasi digital di dunia pendidikan. Diharapkan, siswa-siswi madrasah tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga terampil dalam memanfaatkan teknologi dalam proses evaluasi pembelajaran.
kj/fatmi