Kampar (Kemenag) --- MAN 4 Kampar Plus Keterampilan kembali menghadirkan gebrakan pendidikan yang kreatif dan berbasis budaya melalui pembukaan Gelar Karya, Bazar, dan Festival Film 2025, Rabu (19/11) di Aula MAN 4 Kampar. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB ini menjadi puncak program kokurikuler bertema Kearifan Lokal, yang dirancang untuk menguatkan identitas budaya siswa sekaligus mengasah keterampilan seni, wirausaha, dan produksifilm.
Acara hari pertama menampilkan pertunjukan seni budaya dari siswa kelas X, mulai dari drama, musik, hingga tarian yang mengangkat tradisi Kampar. Kelas XI menghadirkan bazar kuliner tradisional yang dikemas dalam konsep kewirausahaan, menjadikan aula madrasah hidup dengan suasana edukatif dan budaya. Karya film pendek dari kelas XII akan ditayangkan pada hari kedua, Kamis (20/11), sebagai agenda paling ditunggu.
Kepala MAN 4 Kampar Plus Keterampilan, Arjuniwati, S.Pd., M.Pd., menyebut kegiatan ini sebagai bukti nyata bagaimana kurikulum madrasah memberi ruang luas untuk eksplorasi.
“Ini bukan sekadar pameran. Ini adalah ruang lahirnya karakter, kreativitas, dan kolaborasi. Siswa menunjukkan bahwa mereka bangga dengan budaya Kampar. Besok, karya sinematik kelas XII akan menjadi klimaks yang telah mereka siapkan dengan serius,” tegasnya.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Sri Darmayanti, S.Si, menambahkan bahwa pendekatan kokurikuler ini mengutamakan pembelajaran berbasis pengalaman.
“Anak-anak berdiskusi, bereksperimen, berlatih, lalu mengeksekusi karya. Hari ini kita melihat hasilnya: matang dan membanggakan,” ujarnya.
Koordinator kelas X, Desti Wardiana, S.Sos, memuji keberanian dan kreativitas siswa dalam mengemas seni tradisi dengan sentuhan modern. Sementara Koordinator kelas XI, Ike Nurhidayah Judtianti, S.Pd, menilai bazar kuliner tradisional bukan hanya menarik minat pengunjung, tetapi juga membentuk jiwa kewirausahaan siswa.
“Kelas XI bekerja sangat kompak dan serius. Mereka belajar memadukan rasa, budaya, dan strategi usaha,” ungkapnya.
Koordinator kelas XII, Ade Nugraheni, S.Pd, menjelaskan bahwa film pendek yang akan dirilis besok merupakan karya dengan peningkatan kualitas signifikan.
“Konsepnya matang, alurnya kuat, teknis pengambilan gambarnya jauh lebih profesional dibanding tahun sebelumnya,” jelasnya.
Gelar Karya, Bazar, dan Festival Film 2025 menjadi bukti bahwa MAN 4 Kampar Plus Keterampilan tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga komitmen membentuk siswa yang kreatif, berkarakter, dan berakar pada budaya lokal. Melalui kegiatan ini, madrasah menegaskan diri sebagai ruang tumbuhnya generasi yang cerdas, adaptif, dan mencintai warisan budaya.
(kj/fatmi)