0 menit baca 0 %

MAN 3 Kampar Lipatkain Gelar Workshop Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Tahun 2025

Ringkasan: Kampar ( Kemenag )---Dalam upaya berkelanjutan meningkatkan kompetensi dan kualitas pengajaran para guru, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kampar Lipatkain menyelenggarakan Workshop Pembelajaran Mendalam dan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (12/11/2025) d...

Kampar ( Kemenag )---Dalam upaya berkelanjutan meningkatkan kompetensi dan kualitas pengajaran para guru, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kampar Lipatkain menyelenggarakan Workshop Pembelajaran Mendalam dan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (12/11/2025) di aula madrasah, dengan suasana yang hangat, inspiratif, dan penuh semangat kebersamaan.

Workshop strategis ini dibuka secara resmi oleh Kepala MAN 3 Kampar, H. Sasra Putra, M.A., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya transformasi pendidikan di madrasah menuju pembelajaran yang bermakna dan berorientasi pada karakter.

“Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar pendekatan pembelajaran, tapi filosofi mendidik dengan hati. Guru bukan hanya pengajar, tetapi penuntun jiwa dan pembentuk karakter. Melalui workshop ini, mari kita wujudkan proses belajar yang menumbuhkan cinta, empati, dan kebahagiaan di ruang kelas,” ungkapnya.

Sebagai narasumber utama, hadir Sawir Hasbi, M.Kom, Pengawas Madrasah Kabupaten Kuantan Singingi. Dalam paparannya, beliau menekankan dua aspek penting yang menjadi fokus utama kegiatan, yakni Pembelajaran Deep Learning dan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.

Pada sesi pertama, para guru diajak memahami konsep Deep Learning sebagai pendekatan pembelajaran mendalam yang menuntun peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan reflektif. Sawir Hasbi juga memberikan panduan praktis dalam menyusun perangkat ajar seperti ATP dan RPP yang mengintegrasikan capaian pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata siswa.

Sementara pada sesi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), narasumber mengajak para guru untuk membangun pembelajaran yang menumbuhkan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan kesadaran diri.

“Guru yang mengajar dengan cinta akan melahirkan peserta didik yang mencintai proses belajar. Madrasah harus menjadi ruang tumbuh yang aman, hangat, dan bermakna bagi setiap anak,” tutur Sawir Hasbi dengan penuh inspirasi.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dewan guru MAN 3 Kampar dengan antusias tinggi. Para peserta aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, dan merancang strategi pembelajaran kreatif yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.

Melalui workshop ini, MAN 3 Kampar menunjukkan komitmen kuatnya untuk menjadi madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berperan dalam membentuk generasi berkarakter, berempati, dan berjiwa cinta damai.

> “Semoga semangat cinta yang kita tanam hari ini tumbuh menjadi budaya di madrasah kita,” tutup H. Sasra Putra penuh harap.