0 menit baca 0 %

MAN 2 Padang Studi Banding ke MAN 2 Model Pekanbaru

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Sebanyak 60 orang guru dan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Padang, Kamis (19/5) kemarin melakukan study banding ke MAN 2 Model Jalan Diponegoro Pekanbaru. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala MAN 2 Model Pekanbaru beserta jajaran dan pengurus Osis di Aula MAN 2 Mo...
Pekanbaru (Humas)- Sebanyak 60 orang guru dan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Padang, Kamis (19/5) kemarin melakukan study banding ke MAN 2 Model Jalan Diponegoro Pekanbaru. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala MAN 2 Model Pekanbaru beserta jajaran dan pengurus Osis di Aula MAN 2 Model Pekanbaru. Dalam pemaparan Kepala MAN 2 Padang, Drs Jupri J, tujuan kunjungan guru bersama siswa MAN Padang adalah untuk melihat dan balajar langsung bagaimana pengelolaan madrasah unggul di Pekanbaru khususnya di MAN 2 Model Pekanbaru. Karena berdasarkan informasi yang didapatkan di website riau.kemenag.go.id dan situs MAN 2 Model, dimana permasalahan pendidikan andalan gencar dijalankan termasuk prestasi yang sangat bagus diraih oleh siswa siswi MAN 2 Model. "Dari situs- situs yang memuat informasi tentang MAN 2 Model kami cukup terkesima dengan prestasi yang diperoleh siswa MAN Model yang cukup banyak sekali, baik itu ditingkat provinsi maupun nasional. Untuk itu, kita ingin melihat sekaligus belajar format MAN 2 Model Pekanbaru dalam memajukan pendidikan, akademik maupun ekstrakulikuler," terangnya. Menanggapi pernyataan tersebut Kepala MAN 2 Model Pekanbaru, Drs H Muliardi, M Pd, didampingi Bagian Tata Usaha, Ahmad Zakir mengatakan, dibandingkan jumlah siswa MAN 2 Padang yang mencapai 1.400 siswa, jumlah siswa MAN 2 Model Pekanbaru jauh lebih kecil yaitu 562 orang. Karena memang target penerimaan setiap tahunnya disesuaikan jumlah kelas yang ada. Terkait dengan ratusan prestasi yang diraih oleh siswa MAN 2 Model Pekanbaru merupakan hasil kerja keras majelis guru dan siswa melalui metode- metode pembelajaran yang variatif. Sehingga tidak menimbulkan kejenuhan bagi siswa dan guru dengan model pembelajaran yang monoton. "Untuk sharing informasi tentang sistem pembelajaran dan sebagainya, memang perlu waktu. Untuk itu, jalinan komunikasi antar MAN 2 Model dengan MAN 2 Padang harus terus terbina," ucapnya. (msd)