Riau (Kemenag) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kuantan Singingi terpilih mewakili Provinsi Riau pada ajang Indonesia Ekonomi Syariah Forum & Expo (ISEF) 2025 yang akan digelar di Mataram, Nusa Tenggara Barat, 24–26 Oktober 2025. Dalam event bergengsi tersebut, MAN 1 Kuantan Singingi akan menampilkan berbagai produk unggulan UMKM khas Kabupaten Kuantan Singingi, yang dikenal kaya akan budaya dan tradisi.
Beragam produk lokal akan dipamerkan, mulai dari songket tenun kain dan selendang, tas songket, batik Kuansing (kain dan baju jadi), selempang tenun, tekuluak barembai, tanjak tenun, tanjak aura farming, Kuansing scarf, miniatur jalur, kerupuk sagu, jamu Kuansing, madu Kuansing, hingga makanan khas Riau lainnya.
Perwakilan MAN 1 Kuantan Singingi, Lidia Mubarrak bersama Yusriyal, menyampaikan bahwa keikutsertaan madrasah ini bukan sekadar ajang pamer produk, melainkan wujud nyata kontribusi madrasah dalam memajukan ekonomi syariah sekaligus memperkenalkan budaya daerah ke tingkat nasional.
“Kami ingin menampilkan ciri khas Kuantan Singingi yang saat ini tengah menjadi sorotan, terutama setelah viralnya tradisi Pacu Jalur. Melalui ISEF ini, kami berharap kebudayaan dan kuliner khas Kuansing dapat semakin dikenal dan berjaya di tengah masyarakat Indonesia,” ujar Lidia Mubarrak didampingi Yusriyal.
Keduanya menambahkan, semangat yang dibawa MAN 1 Kuantan Singingi ke ajang nasional ini adalah semangat santri dan pelajar madrasah yang kreatif, mandiri, serta berjiwa wirausaha. “Kami tidak hanya membawa produk, tapi juga membawa semangat ‘Madrasah Hebat, Bermartabat’ yang siap berkontribusi bagi penguatan ekonomi umat,” tambah Yusriyal.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Suhelmon, memberikan apresiasi tinggi atas terpilihnya MAN 1 Kuantan Singingi sebagai perwakilan Provinsi Riau dalam ajang ekonomi syariah nasional tersebut.
“Ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Kuantan Singingi dan madrasah di Riau. MAN 1 Kuansing telah membuktikan bahwa madrasah bukan hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu berperan dalam pengembangan ekonomi syariah dan pelestarian budaya daerah,” ujar Suhelmon.
Ia juga menegaskan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi terus mendorong madrasah agar menjadi pusat inovasi dan pemberdayaan ekonomi umat.
“Kami berharap ajang ini menjadi inspirasi bagi madrasah lain untuk terus berinovasi, memanfaatkan potensi lokal, dan memperkenalkan kearifan daerah ke tingkat nasional. Ini adalah wujud nyata dari madrasah yang berdaya dan berkontribusi untuk negeri,” pungkas Suhelmon.
Kehadiran MAN 1 Kuantan Singingi di ISEF 2025 menjadi bukti bahwa madrasah mampu menjadi motor penggerak ekonomi berbasis nilai-nilai Islam, sekaligus duta budaya daerah yang membanggakan bagi Riau dan Indonesia.