0 menit baca 0 %

Malam Terakhir Safari Ramadhan Pemerintah Kecamatan Sungai Mandau Ka KUA Berikan Tausiyah

Ringkasan: Siak (Inmas) - Rentetan safari Ramadhan Pemerintah Kecamatan Sungai Mandau pada tahun 1439 H telah selesai dilaksanakan dengan baik. Dari sembilan kampung yang ada di Kecamatan Sungai Mandau, Alhamdulillah semua kampung dapat dikunjungi, dan malam ini merupakan malam "terakhir" tim safari kecamatan...

Siak (Inmas) - Rentetan safari Ramadhan Pemerintah Kecamatan Sungai Mandau pada tahun 1439 H telah selesai dilaksanakan dengan baik. “Dari sembilan kampung yang ada di Kecamatan Sungai Mandau, Alhamdulillah semua kampung dapat dikunjungi, dan malam ini merupakan malam "terakhir" tim safari kecamatan mengunjungi kampung kampung”, ungkap Camat  Sungai Mandau, Novendra Kasmara, S.TTP, M.Si.

Untuk tahun 1439 H/2018 M ini, setelah berkeliling dari kampung satu kekampung yang lain, Safari Ramadhan Tim Kecamatan Sungai Mandau berakhir di Kampung Lubuk Umbut yang disambut dengan sambutan yang baik dan penuh kekeluargaan oleh pemerintah kampung bersama masyarakat. Dalam kegiatan safari tersebut hadir Sekcam Sungai Mandau M. Rasyid, S.Pd, Ka KUA Kec Sungai Mandau Alwis, S. Sos.I, MA, Korwil Pendidikan Arsyad, S.Pd para Kasi, Penghulu Kampung Lubuk Umbut Kanrianto beserta Kerani, Kadus dan masyarakat Kampung Lubuk Umbut.

Dalam tausiyahnya, Alwis, S.Sos.I., MA selaku Ka KUA Kecamatan Sungai Mandau menyampaikan materi tentang beberapa kewajiban orangtua terhadap anak-anaknya dengan menukilkan beberapa ayat al-Quran dan hadits Nabi Muhammad diantara; kewajiban orangtua untuk memberikan nama yang baik., senantiasa bergembira dengan kelahiran anak baik laki-laki maupun perempuan., memberikan pendidikan dan tempat tinggal yang baik serta nikahkan ketika sudah dewasa.

Apa yang disampaikan oleh Alwis ini dilatarbelakangi karena melihat fenomena di masyarakat khususnya waktu pelaksanaan sholat ‘Isya’, Tarawih dan Witir berjama'ah sholat yang lebih banyak didominasi oleh orang dewasa, sementara  remaja dan anak-anak hanya satu dua orang saja yang ikut sholat. Oleh karenanya, menurut Alwis perlu diberikan pengetahuan agar para orangtua memahami kewajibannya sehingga mereka sadar dan khawatir kelak mereka akan meninggalkan keturunan yang lemah, bukan saja fokus bagaimana urusan duniawi yang berkaitan dengan materi, tetapi lebih dari itu pengetahuan dan pengamalan nilai-nilai agama harus diperhatikan secara serius. (Hd)