0 menit baca 0 %

Malam Grand Final, Begini Presentasi Finalis LBK

Ringkasan: Malam Grand Final, Begini Presentasi Finalis LBK (Lomba kreasi busana).Aceh (Inmas) - Beginilah peragaan dan presentasi kreasi busana Islami dengan sentuhan daerah  diatas panggung Pentas PAI Nasional Ke VIII di Taman Ratu Satiafuddin, Banda Aceh pada Rabu malam (11/10).26 peserta yang sah menjadi...

Malam Grand Final, Begini Presentasi Finalis LBK (Lomba kreasi busana).

Aceh (Inmas) - Beginilah peragaan dan presentasi kreasi busana Islami dengan sentuhan daerah  diatas panggung Pentas PAI Nasional Ke VIII di Taman Ratu Satiafuddin, Banda Aceh pada Rabu malam (11/10).

26 peserta yang sah menjadi finalis pada ajang kreasi Busana Islami mengirimkan perwakilan masing masing provinsi untuk memperagakan hasil kreativitas busana pesta pada malam grand final. Hanya 10 peserta yang terpilih menjadi finalis terbaik dengan mempresentasikan hasil rancangan sesuai tema dan desain tersendiri.

Diantaranya finalis terbaik itu Jambi, Jatim, DKI Jakarta, Sulsel, Kalsel, Jawa Tengah, Jawab Barat, Aceh, Kalbar, Kalteng.

Beberapa pertanyaan berbeda di lontarkan dewan juri dalam menggali dan menantang 10 peserta dalam dunia design kedepan. Diantaranya Salah seorang peserta dari Kalsel mengaku ingin menonjolkan sentuhan daerah dalam setia desainnya kedepan, karena  begitu banyak etnik tersembunyi yang bisa digali, yang selama ini tak terfikirkan oleh kita, terang siswi berparas imut imut itu.

Peserta lain dari DI Jogjakarta, mengungkapkan dalam setiap desain yang dirancang dia akan membuat label dengan printing yang sekarang lagi trend, ujarnya.

Ketika disinggung tentang motivasi dwi Afriani dari Jateng, mengaku  ingin mengembangkan batik dari daerah jogja. Apalagi saat ini generasi muda kita lebih tertarik dengan rancangan yang ala kebarat baratan, sehingga tidak menyadari batik karya Indonesia juga sangat memiliki nilai jual tinggi baik didalam maupun luar negeri, jelasnya penuh percaya diri.

Hal berbeda, diungkapkan Wahyu Lestari dari Kalteng. Ia mengaku sangat berharap ingin pemerintah memberikan peluang dengan memberikan jalur dalam mengembangkan rancangan  berupa dukungan, terhadap apa yang kami lakukan saat ini. Terangnya sembari terisak. 

Lanjut, pengalaman menarik bagi saya adalah ketika saya bisa bertemu dengan designer muda dari seluruh wilayah yang ada di Indonesia dan dapat melihat sekaligus belajar banyak hal dari maha karya yang di tuangkan dalam desain desain generasi Islami sekarang,

Sementara itu perwakilan dari Sulsel, siswi berparas elok itu mengaku akan membuat sesuatu yang beda dari yang lain dalam setiap rancangan nya."Generasi masa kini haris berani berinovasi dengan merancang sesuatu yang beda", ujarnya lantang menjelaskan. 

Meskipun seorang peserta dari Riau bernama Yua Molek dari SMKN I Siak ini belum beruntung menjadi salah satu finalis terbaik pada even kali ini. Namun panitia dan pendamping tetap memberikan apresiasi dan support yang solid kepada siswi kelas XI itu. "Jangan berkecil hati, berjuanglah dengan optimis, masih banyak kesempatan lain jika kita memang tulus ingin menggores karya, ujar Diana MPd  yang juga sekaligus  Kepseknya ini.

Kegiatan lomba kreasi busana Islami ditutup dengan tepuk riuh penonton saat pembawa acara mengajak para penonton memberikan apresiasi kepada sepuluh finalis terbaik.

Sebelumnya, Ajang kreasi busana Islami tidak hanya untuk mendukung meriahnya acara, namun ingin menunjukkan bahwa busana muslim tidak hanya busn yang biasa biasa saja tapi juga melahirkan designer yang mumpuni membuat baju muslimah nan mewah, ungkap salah seorang dewan juri (vera)