0 menit baca 0 %

Makanan adalah Anugerah Tuhan, Syukuri dan Jangan Sia-siakan

Ringkasan: Riau (Kemenag) - Sebagai Penyuluh Agama Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Christina Angela Girsang, melaksanakan kegiatan penyuluhan iman di Lingkungan 6B St. Thomas, Gereja Katolik Paroki Santa Maria A Fatima, Pekanbaru, dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, Rabu (15/10/25). Kegiatan...

Riau (Kemenag) - Sebagai Penyuluh Agama Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Christina Angela Girsang, melaksanakan kegiatan penyuluhan iman di Lingkungan 6B St. Thomas, Gereja Katolik Paroki Santa Maria A Fatima, Pekanbaru, dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, Rabu (15/10/25). 

Kegiatan ini dihadiri oleh umat dari lingkungan setempat yang dengan antusias mengikuti penyuluhan yang bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya rasa syukur, tanggung jawab dan solidaritas terhadap sesama melalui pengelolaan pangan yang bijak dan berkeadilan. Kegiatan penyuluhan diawali  dengan Doa Rosario yang dipimpin oleh ketua kring dan umat kring 6B, St. Thomas.

Dalam penyuluhan tersebut, penyuluh menjelaskan makna Hari Pangan Sedunia sebagai momen bagi umat Katolik untuk merefleksikan berkat Tuhan melalui pangan yang kita nikmati setiap hari. 

Christina menekankan bahwa pangan bukan sekadar kebutuhan jasmani, melainkan juga sarana untuk membangun kebersamaan, berbagi kasih dan menumbuhkan rasa syukur atas penyelenggaraan Allah dalam kehidupan. Makanan yang kita miliki adalah berkah dari Tuhan dan rezeki yang harus disyukuri.

Christina mengajak untuk tidak membuang-buang makanan dan mengonsumsi secukupnya. Sebab masih banyak orang di dunia ini yang tidak memiliki kecukupan makanan.

"Bapak ibu marilah kita mengurangi pemborosan makanan, untuk mengurangi pemborosan makanan, rencanakan menu dan belanja sesuai kebutuhan, simpan bahan makanan dengan benar, olah sisa makanan menjadi hidangan baru, dan atur porsi makan secukupnya. Selain itu, berikan makanan berlebih yang masih layak konsumsi kepada orang lain atau salurkan melalui lembaga sosial", paparnya

Penyuluh memberi imbauan kepada umat untuk melihat makanan sebagai anugerah Tuhan yang perlu dijaga dan dibagikan. (fg)