0 menit baca 0 %

Makan Bajambau Merupakan Tradisi Masyarakat Kabupaten Kampar

Ringkasan: Kampar (Inmas) - Makan bajambau merupakan tradisi masyarakat Kabupaten Kampar yang turun temurun. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar,  Drs H Alfian  MAg, hari rabu kemaren (06/02/2019), saat menghadiri undangan makan Bajambau yang ditaja oleh Pemerintah Daerah Ka...

Kampar (Inmas) - Makan bajambau merupakan tradisi masyarakat Kabupaten Kampar yang turun temurun. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar,  Drs H Alfian  MAg, hari rabu kemaren (06/02/2019), saat menghadiri undangan makan Bajambau yang ditaja oleh Pemerintah Daerah Kab. Kampar, dalam acara hari jadi Kab. Kampar ke 69 tahun 2019, di Balai Adat Kab. Kampar.

Alfian mengatakan, Makan bajambau ini merupakan tradisi khusus masyarakat Kampar yang sesuai pula dengan adat istiadat di Kabupaten Kampar dimana sedikitnya dalam menu makan bajambau tersebut ada lima jenis sambal.

Lima jenis sambal tersebut adalah pertama, ikan yang diolah menjadi ikan goreng, pongek, sampode dan sebagainya. Kedua adanya sambal daging baik berupa rendang atau gulai dari daging kerbau, sapi atau daging ayam. Ketiga sayuran yang diolah seperti gulai kacang panjang, kentang dengan telur ayam dan sebagainya.

Keempat, sayuran mentah atau lalapan berupa mentimun, terung uap dan sebagainya, Kelima yang khusus dan sewajarnya ada didalam jambao adalah "Dadio" atau air susu kerbau atau sapi yang telah dikentalkan atau membeku dengan pemanis gula enau atau gula aren sehingga menjadi makanan penutup. Dadio ini berasa manis, enak dan salah satu fungsinya adalah sebagai penghilang rasa pedas sesudah makan, papar Alfian. (Ags/Usm)