Rokan Hulu (Humas) – Siswa Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) yayasan pelita (Yapita) Desa Tali Kumain, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu berhasil menciptakan asap cair atau yang mereka sebut “Cuka” berguna untuk membekukan karet. Demikian diberitakan SegmenNews.com.
Cuka pembeku karet dibuat dari hasil uap cair pembakaran tempurung kelapa. Cuka tersebut berfungsi sebagai pembeku karet dan juga berhasil menghilangkan bau karet yang tak sedap, saat ini sudah banyak petani karet dan para orang tua siswa sekolah Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) yang menggunakan cuka hasil karya yayasan Pelita (Yapita) dan hasilnya sangat memuaskan.
Cuka ini membuat karet lebih keras dengan warna kecoklatan dan kering, juga lebih berkualitas jika dibandingkan dengan cuka pembeku karet lainnya.
Penemuan Karya unik tersebut baru berjalan dua bulan terakhir dan dipamerkan di stand pameran tingkat Pondok Pesantren se-Rokan Hulu di areal purna MTQ tingkat kabupaten ke-15 tahun 2015, ramai dikunjungi masyarakat dan para siswa sekolah.
Menurut Rahmat, “Hasil karya ini sudah mulai dipasarkan di masyarakat, dengan harga Rp 10.000,- per 600 mili liternya”.
Kakan Kemenag Rohul Ahmad Supardi Hasibuan, memberikan apresiasi atas karya hasil kajian dan eksperimen dari Pondok Pesantren MAK Yapita ini.
“Saya berharap agar pengkajian dan penelitian dapat ditingkat di masa-masa mendatang, sebab salah satu kehebatan dari sebuah institusi pendidikan adalah pada penemuan-penemuannya, harapan Ahmad Supardi. (man/Ash)
*edit by diah