0 menit baca 0 %

Majelis Taklim Qonita Sholihah Gelar Sosialisasi Bahaya Judi Online dan Pinjaman Online di Masjid Besar Arafah

Ringkasan: Mandau  (Kemenag) - Dalam upaya meningkatkan kesadaran umat terhadap bahaya sosial dan moral yang sedang marak di tengah masyarakat, Majelis Taklim Qonita Sholihah menggelar Sosialisasi Bahaya Judi Online dan Pinjaman Online pada Jumat (17/10/2025) bertempat di Masjid Besar Arafah Kecamatan Mandau.

Mandau  (Kemenag) - Dalam upaya meningkatkan kesadaran umat terhadap bahaya sosial dan moral yang sedang marak di tengah masyarakat, Majelis Taklim Qonita Sholihah menggelar Sosialisasi Bahaya Judi Online dan Pinjaman Online pada Jumat (17/10/2025) bertempat di Masjid Besar Arafah Kecamatan Mandau. Kegiatan ini dihadiri oleh 86 orang jamaah yang terdiri dari ibu-ibu majelis taklim, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.

Kegiatan tersebut menghadirkan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandau, Nurleili Lubis, selaku pembina Majelis Taklim Qonita Sholihah, yang menggagas langsung tema ini dengan melihat kondisi sosial masyarakat saat ini. Menurutnya, judi online dan pinjaman online telah menimbulkan dampak serius terhadap ketahanan keluarga dan kehidupan sosial umat.

“Kami melihat banyak rumah tangga hancur akibat jerat judi online dan pinjaman online. Sosialisasi ini adalah salah satu ikhtiar penyuluh untuk menyelamatkan keluarga-keluarga dari kehancuran moral dan ekonomi,” ujar Nurleili dalam sambutannya.

Untuk memperkaya materi, Nurleili Lubis menggandeng Ustadz Andiki Syarif, Lc., seorang pakar fiqih kontemporer, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Ustadz Andiki menjelaskan tiga penyebab utama mengapa banyak orang mudah tergoda dengan judi online dan pinjaman online, yaitu: Pola pikir yang pendek dan keliru, Menuruti hawa nafsu duniawi, dan Keinginan untuk tampil lebih menonjol di mata orang lain.

Ustadz Andiki juga memaparkan sejumlah solusi agar terhindar dari jeratan judi dan pinjol, di antaranya: Mengubah pola pikir menjadi lebih rasional dan bersyukur, Melatih diri untuk hidup sederhana dan sesuai kemampuan, Menegakkan hukum-hukum agama di semua lini kehidupan, Tidak terlalu mencintai dunia dan harta, serta Memperbanyak mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kegiatan berlangsung penuh antusiasme. Para jamaah aktif bertanya dan berdiskusi tentang cara mencegah serta menghadapi anggota keluarga yang telah terjerat pinjaman online maupun judi daring.

Di akhir kegiatan, Nurleili Lubis kembali mengingatkan pentingnya menanamkan nilai kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Hidup sederhana membawa ketenangan batin. Bila batin tenang, insya Allah ibadah pun menjadi lebih khusyuk. Mari kita jaga diri, keluarga, dan lingkungan dari bahaya judi online serta pinjaman online,” pesannya menutup kegiatan.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Andiki. Seluruh peserta tampak khusyuk memohon perlindungan kepada Allah SWT agar keluarga-keluarga muslim senantiasa dijauhkan dari bahaya judol (judi online) dan pinjol (pinjaman online) yang dapat merusak kehidupan dunia dan akhirat.

“Semoga Allah SWT melindungi keluarga kita dari segala bentuk godaan dunia, menjaga hati agar tetap tenang, dan menjauhkan kita dari segala kemudaratan.”