Jakarta (Humas) – Untuk saat ini majalah Ikhlas belum memiliki edisi khusus tapi ke depan sudah diproyeksi memiliki edisi khusus tersebut. Ini misalnya setiap akhir tahun ada kaleideskop akhir tahun. Untuk tahun ini, insya Allah akan ada kaleideskop Kementerian Agama 2013.
“Semua berita tentang Kementerian Agama dielaborasi secara indeep atau mendalam. Selama ini berita yang ada di majalah Ikhlas tidak saja memindahkan berita yang sudah dimuat di website kemenag.go.id tapi juga bagaimana berita-berita itu dielaborasi kembali secara mendalam dan lebih tajam sehingga tidak terasa usang informasinya. Untuk itu gaya dan teknik penulisannya lebih difokuskan kepada ficers yang mana beritanya lebih dalam dan enak untuk dibaca semua kalangan,” jelas Dodo Murtado, salah seorang staf redaksi majalah Ikhlas kepada Griven H Putera, pegawai humas Kanwil Kemenag Provinsi Riau di ruang Humas Kementerian Agama Republik Indonesia (RI), Jakarta, Senin (16/12).
Sampai saat ini majalah Ikhlas terbit sekali dalam dua bulan (dwi bulanan). Dodo mengakui, dalam konteks berita, informasinya memang sudah ketinggalan tapi di sinilah dituntut kepiawaian penulis berita dalam menyajikan informasi supaya suguhan informasinya tetap enak dibaca walau itu terjadi pada dua bulan yang lalu.
Majalah Ikhlas tidak terbit sekali sebulan atau lebih segera dari itu, menurut Dodo Murtado disebabkan pertama, karena ini terkait dengan sistem penganggaran yang sudah ada. Di samping itu juga supaya sistem distribusinya bisa lebih luas dan oplahnya pun bisa dicetak lebih banyak. Akan tetapi, ke depan majalah Ikhlas akan terbit sesuai dengan jadwal yang ada walaupun sistem penganggarannya masih terkendala. Untuk itu, majalah Ikhlas sudah tersedia di website lebih dahulu. Jika dananya sudah keluar baru dicetak sebagaimana biasa. “Jadi tidak perlu menunggu dana keluar baru majalahnya terbit. Di dunia maya, masyarakat sudah bisa menikmatinya lebih dahulu,” sambung Dodo.
Pada kesempatan itu Dodo Murtado juga berharap kepada kru majalah Dinamis Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau supaya bisa mengirimkan majalas tersebut setiap kali terbit ke kru majalah Ikhlas. Ini diharapkan Dodo Murtado supaya ada sharing informasi. (ghp)