0 menit baca 0 %

Maisyarah "kompeten" dalam Diklat teknis Substantif Guru Ekonomi MA

Ringkasan: Padang (Inmas) Maisyarah, S.Pd Guru Mata Pelajaran Ekonomi MAN 4 Pekanbaru berjalan sumringah keluar dari Gedung Balai Diklat Keagamaan (BDK) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI Kota Padang, setelah mengikuti rangkaian kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) teknis substantif Guru Ekono...


Padang (Inmas) Maisyarah, S.Pd Guru Mata Pelajaran Ekonomi MAN 4 Pekanbaru berjalan sumringah keluar dari Gedung Balai Diklat Keagamaan (BDK) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI Kota Padang, setelah mengikuti rangkaian kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) teknis substantif Guru Ekonomi Madrasah Aliyah (MA) bersama dengan 29  orang guru dari Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau. Kegiatan Diklat ini diselenggarakan sejak 24 Februari s/d 29 Februari 2020, yang meliputi 60  jam pelajaran.

Kegiatan Diklat diisi oleh berbagai pihak yang kompeten berkaitan dengan pembelajaran ekonomi dan moderasi beragama kemenag, mulai dari Widyaiswara dari BDK Padang, Akademisi, praktisi, pejabat internal BDK Padang dan pejabat Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Riau. Dr. Mahyuddin, MA sendiri sebagai Kepala Kanwil Kemenag Riau langsung menghadiri dan memberikan materi dalam Diklat ini, adapun materi yang dipaparkannya adalah Konsep Pembangunan Bidang Agama, pada 25 Februari 2020 lalu.

Setidaknya ada 2 (dua) hal yang membuat Imai, panggilan akrab Maisyarah tersebut sumringah. Yang pertama, beliau meraih nilai yang sangat memuaskan dalam Diklat tersebut, menunjukan bahwa ianya memiliki kualifikasi kompeten sebagai pengajar mapel ekonomi. Yang kedua, ingin segera mengimplementasikan berbagai ilmu yang ia dapatkan baik dari materi Diklat maupun hasil sharing pengalaman dari sesama kolega guru selama proses Diklat berlangsung.

Kepala MAN 4 Pekanbaru, Agus Salim Tanjung, MA saat dikonfirmasi berkaitan dengan keikutsertaan kegiatan Diklat oleh salah satu gurunya, jelaskan bahwa "Untuk melahirkan siswa kaya prestasi, harus dimulai dengan para pendidiknya. Dunia di era disrupsi ini berkembang dengan sangat cepat. Mengharuskan kita selalu adaptif dengan kecepatannya. Karena itu kegiatan-kegiatan Diklat baik yang difasilitasi oleh Kemenag ataupun lembaga berkompeten lainnya, kami selalu utus guru-guru kami untuk mengikuti. Kita mafhum betul bahwa kunci penting untuk adaptif itu adalah up to date dengan perkembangan zaman dan upgrade kompetensi secara berkala". (Ndri)