Riau ( Inmas) Dalam rangka membagun Kualitas
Lembaga yang ada di Kota Pekanbaru, Kementerian Agama melalui Bimbingan
Masyarakat Buddha selenggarakan Pembinaan Manajemen Pengurus Lembaga Agama dan
Keagamaan Buddha se Kota Pekanbaru, Selasa 20 Agustus 2019.
Acara Halfday yang digelar di Hotel Drego – Pekanbaru
diikuti oleh 20 Orang Pengurus Lembaga Agama dan Keagamaan Buddha se- Kota
Pekanbaru yang dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi
Riau, Dr. Mahyudin, MA didampingi Pembimbing Masyarakat Buddha Tarjoko, S.Pd,
MM.
Mengelola Lembaga bukanlah suatu hal yang
mudah, pasti akan banyak kendala yang dihadapi sebut kakanwil mengawali
sambutannya.
Ada tiga hal yang perlu dipahami lembaga dalam
mengembangkan Organisasi Lembaga. Pertama buatkan Perencanaan yang matang
mengenai target yang akan dilaksanakan oleh Lembaga, Kedua bentuk Tim untuk menyelesaikan target yang telah disepakati bersama sebab organisasi
tidak akan bisa berjalan jika diurus sendiri, Ketiga lakukan Evaluasi agar
terjadi peningkatan terhadap Pengelolaan Target Lembaga yang akan dilaksanakan
berikutnya.
Kakanwil berharap melalui acara ini Pimpinan
Lembaga dan Keagamaan mampu membenahi diri dengan mempersiapkan segala
Persyaratan yang dibutuhkan berdasarkan juklis yang telah ditetapkan
sehingga lembaga mampu mempertanggung jawabkannya dikemudian
hari, sebab Lembaga adalah Mitra Pemerintah dalam melaksanakan Program Pemerintah di Lapangan.
Sementara Pembimas Buddha, Tarjoko menyampaikan
ada beberapa Majelis baru yang terbentuk di kota Pekanbaru. Untuk itu sangat
perlu untuk menyelenggarakan Pembinaan Manajemen Pengurus Lembaga Agama dan
Keagamaan Buddha agar semua lembaga satu persepsi dalam mengembangkan Lembaganya, sebab belum semua lembaga mengerti dan mempunyai administrasi yang
baik/ tatanan yang sempurna.
Bimbingan Masyarakat Buddha mempunyai anggaran yang cukup
untuk dialokasi kan kepada Lembaga Agama dan Keagamaan Buddha, Tahun ini ada 60
Alokasi bantuan yang ditetapkan akan tetapi hingga saat ini masih 40 Lembaga
yang mampu memenuhi persyaratan yang diminta, Untuk Vihara sendiri ada 30 Vihara yang dialokasikan Pemerintah untuk Tahun ini akan tetapi hanya 25 Vihara yang mampu menyelesaikan Persyaratan administrasi yang dibutuhkan tambahnya.
Beliau berharap pengurus lembaga mendapat
tambahan pengetahuan sehingga bisa mengembangkan lembaga semakin berkualitas
sehingga sinergi antara pemerintah dan lembaga dapat terlaksana dengan baik.
Kebutuhan Umat dapat terpenuhi dan Program Pemerintah khususnya Bimbingan
Masyarakat Buddha dapat terlaksana dengan baik (belen/eka)