Riau (Inmas) Manajemen yang baik akan menghasilkan sasaran yang diinginkan oleh suatu lembaga/organisasi, akan tetapi banyak Organisasi yang belum mampu 100 persen bisa memperoleh sasaran yang direncanakan semula. Untuk itu Bimbingan Masyarakat Buddha tertantang untuk memperbaiki tujuan/ Sasaran yang dicapai oleh Lembaga/ Yayasannya dengan Menyelenggarakan Pembinaan Manajement Lembaga Pendidikan Agama dan Keagamaan Buddha se – Provinsi Riau, Rabu 10 April 2019, di Hotel Ratu Mayang Garden- Pekanbaru.
Acara yang dimulai pada pukul 16.00 Wib dibuka Oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs. Mahyudin, MA, didampingi Pembimbing masyarakat Buddha Tarjoko, S.Pd, MM yang mengundang 60 Yayasan lembaga agama dan Keagamann Buddha yang tersebar di dua belas kabupaten se- Provinsi Riau.
Ada empat Prinsip Manajemen yang harus diketahui dan dipahami dalam menjalankan suatu misi ataupun tujuan yang akan dicapai oleh sebuah Yayasan/ Organisasi ungkap Mahyudin. Pertama Planning/ Perencanaan merupakan langkah awal dalam menyusun setiap rentetan kegiatan yang akan dilaksanakan. Visi dan misinya jelas. Dalam perencanaan harus jelas tujuan yang akan dicapai dengan tetap mempertimbangkan kualitas sumber daya manusia yang ada dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan.
Kedua Organizing agar tujuan dapat tercapai perlunya Struktur Organisasi, yang mana melalui struktur organisasi setiap individu mengetahui apa peran dan tugasnya dalam organisasi tersebut. Semakin tinggi jabatan maka semakin tinggi pula tugas. Wewenang serta tanggung jawabnya. Ketiga Actuating artinya dibutuhkan aksi dari setiap Individu melaksanakan program yang sudah ditetapkan, dibutuhkan kecerdasan, kerja keras dan Kebersamaan untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai.Keempat Evaluasi yang berarti adanya penilaian terhadap setiap program yang dilaksanakan bila perlu adakan perbandingan dengan pihak lain, supaya sasaran yang diinginkan lebih memuaskan jelasnya.
Keempat Prinsip tersebut akan terlaksana jika ada Anggaran/ Budgeting. Seberapa besarpun bantuan yang akan diberikan harus bisa dipertanggung jawabkan sesuai kriteria yang ditentukan (juklis/juklak). Beliau berharap setiap pimpinan Lembaga/ Tokoh agama memehami betul aturan yang tertera pada Juklis/ Juklak agar tidak salah dalam memanfaatkan anggaran yang nantinya akan diberikan Bimbingan Masyarakat Buddha kepada Lembaga/ Masyarakat Buddha.
Sementara itu Tarjoko selaku Pembimbing Masyarakat Buddha melaporkan kegiatan ini bertujuan untuk Meningkatkan kualitas manajement Pendikan agama dan Keagamaan buddha, Meningkatkan kualitas Lembaga serta Meningkatkan Pelayanan Pendikan agama dan Keagamaan buddha. Lebih lanjut beliau mengatakan saat ini banyak sekali bantuan yang diberikan kepada Umat Buddha di Provisi Riau salah satunya 60 lokasi bantuan yang diperuntukkan untuk sekolah minggu, yang masing dianggarkan 20 jt, Rumah Sehat dan Bantuan Gedung 1 miliar, bantuan sertifikat tanah rumah ibadah, bantuan penyuluh, bantuan guru tidak tetap, bantuan guru terpencil, terluar dan terjauh.
Beliau berharap seluruh lembaga mampu memenuhi semua persyaratan yang ditentukan sehingga mampu memperoleh setiap bantuan yang tersedia. Proposal banyak akan tetapi yang memenuhi persyaratan itu belum 100 persen ada jelasnya mengakhiri (belen/anto)