Rokan Hilir (inmas)- Hari ini, Senin (18/3), Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir mengutus dua orang dari Kantor Kemenag Rohil, Nasuha dan Waka Humas MAN 1 Rokan Hilir, Bustami untuk mengikuti Rapat Koordinasi Informasi dan Kehumasan (inmas) dan Pelatihan Jurnalistik tahun 2019 di Aula Kanwil Kemenag Riau.
Bustami dan Nasuha berangkat dari Bagansiapiapi pukul 01.00 WIB dan sampai di Pekanbaru pukul 07.30 WIB saat ASN Kanwil Kemenag Riau melaksanakan apel Senin pagi. Akhirnya kedua orang peserta Raker utusan Kemenag Rohil tersebut harus menunggu di luar pagar sampai apel selesai.
Saat keduanya memasuki ruang aula, acara pun sedang berlangsung. โSaat kami masuk, Kakanwil Kemenag Riau sedang memberikan sambutan, kami malu rasanya,โ ujar Bustami sambil tersenyum.
Walau terlambat namun keduanya masih bisa menangkap apa yang disampaikan Kakanwil. Intinya Kakanwil mengajak kepada kontributor kontributor berita Kemenag Kabupaten/kota agar proaktif melakukan pemberitaan kegiatan Kemenag untuk membangun citra kementerian agama yang saat ini sedang sepertinya sedang terpuruk gara gara ada oknum Kemenag yang tejerat operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK di Jawa Timur dan beritanya sedang menjadi trading topik.
Selanjutnya Kasubag Inmas, Dedi Syahrul dalam pengantarnya saat mendampingi Narasumber yang akan menyampaikan materi mengatakan bahwa, kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturrahmi diantara kontributor Kemenag kabupaten/kota sekaligus penyegaran agar terus bersemangat disaat kementerian agama mengalami bulian karena peristiwa yang menjadi berita Nasional.
Padahal, Dedi melanjutkan kegiatan rakor hari ini sangat minim anggaran. โSaya suruh Pak Anto hanya beli air mineral, kok malah ada anak kotak, dan saya sendiri tidak tahu siapa yang membelikannya, rasanya saya belum sanggup untuk memakan,โ ungkapnya Kasubag lulusan pesantren ini.
Dua narasumber sesi pertama telah memaparkan menterinya. Pertama H. Gripen H Putra tentang dasar dasar penulisan karya ilmiah, dua M. Badri mengulas tentang kiat sukses jurnalistik zaman now. (Nsh)