Pekanbaru (Inmas)- Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: B.II/3/01646 tertanggal 22 Februari 2016 menunjuk Drs H Mahyuddin MA Kepala Bidang Pendidikan Madrasah sebagai Pengganti Sementara (Pgs) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Riau terhingung sejak SK dikeluarkan.
Serah terima jabatan tersebut berlangsung di ruang VIP Lancang Kuning Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, dari Kakanwil Kemenag Riau terdahulu Drs H Tarmizi Tohor MA yang saat ini menjabat sebagai Ditjen Pemberdayaan Zakat Bimas Islam Kemenag RI kepada Pgs Kanwil Kemenag Riau Drs H Mahyuddin MA, Rabu (24/2).
Hadir dalam kesempatan tersebut oleh Kabag TU Kanwil Kemang Riau, HM Saman S Sos M Si, Kasubbag Kepegawaian dan Ortala H Efrion Efni MA, seluruh Kabid dan Kasubag di lingkungan Kanwil Kemenag Riau. Kakanwil Kemenag Riau terdahulu, Tarmizi, dalam sambutan singkatnya mengatakan, penunjukkan Pgs Kanwil Kemenag Riau dalam rangka mengisi kekosongan dan menjaga kontinuitas kelancaran pelaksanaan tugas Kementerian Agama Provinsi Riau ke depan, sampai dilantiknya Kakanwil defentitif.
“Terhadap Pgs yang sudah ditunjuk langsung oleh Menteri Agama hendaknya segera menindaklanjuti program- progam yang sudah ada, apalagi saat ini sudah masuk bulan ketiga tahun 2016. Kepada para pejabat dan staf hendaknya membantu Pgs untuk menjalankan tugas dengan baik, jika ada masalah segera lakukan koordinasi sehingga masalah yang ada tidak berlarut- larut,” harapnya.
Ia mengatakan, tugas Pgs pada dasarnya sama dengan tugas pejabat defenitif. Namun ada beberapa hal yang tidak bisa menjadi dilakukan oleh Pgs, diantaranya melakukan mutasi. Namun demikian, roda kegiatan Kementerian Agama Riau tetap bisa dijalankan.
“Saya tinggalkan Riau dalam rangka menjalankan tugas yang telah diamanatkan kepada saya di pusat, tapi bukan berarti kita tidak bisa saling berkoordinasi. Jadi, jika ada masalah, saya selalu terbuka untuk dijadikan tempat untuk bertanya atau berbagi,” ujarnya seraya meminta agar Pgs Kanwil Kemenag Riau segera menghadap Plt Gubernur dalam rangka menginformasikan siapa Pgs Kanwil. Selain itu, segera lakukan pertemuan dan koordinasi dengan pejabat lainnya di Kanwil, termasuk dengan Kemenag Kabupaten/ Kota agar tidak terjadi tanda tanya tentang siapa Pgs Kanwil Kemenag Riau, sekaligus untuk mengkoordinasikan agar program- program kementerian agama segera berjalan.
Pgs Kanwil Kemenag Riau, Mahyudin, mengungkapkan rasa kagetnya atas penunjukkan dirinya sebagai Pgs. Karena tugas yang akan diemban tentunya cukup berat, ditambah lagi dengan jabatannya sebagai Kepala Bidang Pendidikan Madrasah.
“Tugas Kakanwil itu sangat berat, dan kita sudah melihat ada banyak keberhasilan yang ditinggalkan oleh Kakanwil Kemenag Riau terdahulu, khususnya dalam pendidikan dan pembangunan keagamaan. Untuk itu, dengan tugas ini, tentu saya pribadi akan sangat membutuhkan bantuan beliau dengan selalu berkoordinasi dalam menjalankan program kemenag Riau,” ujar Mahyudin.
Ia mengungkapkan, sebagai Pgs Kanwil Kemenag Riau langkah awal yang akan dilakukan adalah berkoordinasi dengan pihak yang terkait, termasuk Kakanwil terdahulu. Selanjutnya, sebagai sebuah institusi/ organisasi, kementerian agama baru bisa berjalan jika dilakukan secara bersama- sama karena struktur yang cukup luas.
“Untuk itu, saya mengharapkan dukungan semua pihak, baik itu eselon 3 maupun eselon 4. Karena tampa dukungan mereka maka program apapun yang kita akan lakukan tidak akan berjalan. Dan kita juga disini akan mendoakan Kakanwil terdahulu sehat dan dapat menjalankan tugas dengan baik,” ungkapnya.
Ditambahkan Kabag TU Kanwil Kemenag Riau, HM Saman S Sos M Si, penunjukkan Pgs Kanwil Kemenag Riau sampai Kakanwil defenitif dilantik, bisa seminggu, sebulan atau bahkan enam bulan. “Sampai Menteri Agama menunjuk Kakanwil Defenitif untuk provinsi Riau,” tegasnya.
Menurutnya, untuk saat ini ada beberapa Kanwil Kemenag yang jabatab kakanwilnya diisi oleh Pgs karena kakanwil terdahulu ditarik ke Pusat. Untuk penunjukkan Kakanwil Defenitif akan membutuhkan waktu yang cukup panjang, karena ada beberapa hal yang harus dilewati oleh calon, termasuk mengikuti assessment.
“Peluang untuk jadi Kakanwil saat ini terbuka lebar bagi pejabat yang memenuhi syarat, dan pendaftarannya juga dapat dilakuakan via online di website yang telah ditetapkan oleh kepegawaian pusat. Diperkirakan awal maret seleksi akan dimulai, tentunya dengan tetap mengacu pada kriteria- kriteria yang ditetapkan, misalnya pejabat eselon 3, memiliki jabatan dan sebagainya,” jelas Saman terkait calon Kakanwil Kemenag yang akan dating. (mus)