Pekanbaru ( Inmas ), Bertempat di
Masjid Ikhlas Beramal Komplek Perkantoran Kementerian Agama Kota Pekanbaru,
Tausiyah tanggal 21 Februari 2019 menghadirkan Ustadz Ishak Lubis, Mahasiswa
Jurusan akhwalussahsiyah Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Suska Riau yang sedang PPL di ruangan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kota
Pekanbaru. Kamis (21/02)
Dalam tausiyahnya Ustadz Ishak Lubis lebih mengajak Jama’ah untuk senantiasa memperhatikan segumpal daging yang ada dalam tubuh ini
yang lebih dikenal dengan hati.
Hati yang pertama selalu tawadhu’, lemah lembut dan sadar. Hati yang kedua
adalah kering dan mati. Hati yang ketiga hati yang sakit; ia bisa lebih dekat
kepada keselamatan atau kepada kehancuran. Allâh Azza wa Jalla menjelaskan
ketiga jenis hati itu dalam firman-Nya Surat Al hajj / 22:52-54
Dalam ayat ini Allâh Azza wa Jalla membagi hati menjadi tiga macam: Dua
hati terkena keburukan dan satu hati yang selamat. Dua hati yang terkena
keburukan adalah hati yang di dalamnya ada penyakit dan hati yang keras (mati),
sedang yang selamat adalah hati orang Mukmin yang merendahkan diri kepada
Rabbnya, hati yang merasa tenang dengan-Nya, tunduk, berserah diri serta taat
kepada-Nya. Oleh sebab itu, hati terbagi menjadi tiga:
Pertama: Hati yang sehat dan selamat, yaitu hati yang selalu menerima,
mencintai dan mendahulukan kebenaran. Pengetahuannya tentang kebenaran
benar-benar sempurna, juga selalu taat dan menerima sepenuhnya.
Kedua: Hati yang keras, yaitu hati yang tidak menerima dan taat pada
kebenaran.
Ketiga: Hati yang sakit,
jika penyakitnya kambuh maka hatinya menjadi keras dan mati, dan jika ia
mengalahkan penyakit hatinya maka hatinya menjadi sehat dan selamat. Ungkap Ishak. (Idrsi/Bustamar).