0 menit baca 0 %

Magrib Mengaji, Kreatif Lokal yang Hampir Punah

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Magrib mengaji langkah efektif untuk membendung budaya global dan pengaruh negativ tayangan televisi. Program pemerintah tentang Magrib Mengaji merupakan langkah strategis dalam menghidupkan kembali nilai- nilai kreatif lokal yang hampir punah.

Pekanbaru (Inmas)- Magrib mengaji langkah efektif untuk membendung budaya global dan pengaruh negativ tayangan televisi. Program pemerintah tentang Magrib Mengaji merupakan langkah strategis dalam menghidupkan kembali nilai- nilai kreatif lokal yang hampir punah.

Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Drs H Irhas, Jumat (10/6) mengatakan, program Gemar Mengaji Kementerian Agama atau Program Masyarakat Riau Magrib Mengaji Pemerintah Provinsi Riau merupakan upaya untuk membangun kembali masyarakat sadar akan betapa pentingnya memanfaatkan waktu Magrib untuk menambah peningkatan pengamalan Agama, setidak-tidaknya mampu membaca Al- Qur’an.

“Walau Kabupaten/ kota sudah merespon program ini dengan membuat Perda tersendiri, namun dalam pelaksanaannya, masih belum menggema, terkesan tidak berjalan mulus, agak tersendat-sendat. Program ini perlu dukungan semua pihak, pemerintah, lembaga keagamaan, penyuluh, guru, mapun masyarakat itu sendiri,” ujar Irhas.

Program Gemar Mengaji sangat penting untuk diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat sebagai benteng bagi generasi muda agar tidak “teracuni” media yang selalu menghadirkan program menarik yang membuat lupa akan waktu.

“Sejauh ini kita di Kementerian Agama baru bersifat himbauan melalui ceramah, seminar dan media. Masyarakat khususnya orang tua harus berperan aktif untuk kembali menghidupkan budaya ini, sehingga tidak larut hanya pada siaran- siaran televisi dan media elektronik yang menguras waktu,” himbaunya. (mus/dms)