0 menit baca 0 %

Madrasah Rohul Cairkan Bansos Program Indonesia Pintar

Ringkasan: Rokan Hulu ( Inmas ) - Sebanyak 540 orang siswa madrasah di Kabupaten Rokan Hulu cairkan bantuan sosial Program Indonesia Pintar (PIP) di Bank Penyalur yang ditunjuk oleh Kementerian Agama Republik Indonesia yaitu Bank BNI dan Bank BRI. Berdasarkan SK Dirjen Pendis Kemenag RI Nomor 1681 sd 1683 Tahu...

Rokan Hulu ( Inmas ) - Sebanyak 540 orang siswa madrasah di Kabupaten Rokan Hulu cairkan bantuan sosial Program Indonesia Pintar (PIP) di Bank Penyalur yang ditunjuk oleh Kementerian Agama Republik Indonesia yaitu Bank BNI dan Bank BRI.


Berdasarkan SK Dirjen Pendis Kemenag RI Nomor 1681 sd 1683 Tahun 2020 tentang Penetapan Madrasah Penerima Bantuan Sosial Program Indonesia Pintatar Tahap I Tahun Anggaran 2020 Kabupaten Rokan Hulu mendapat jatah 540 orang siswa yang terdiri dari Siswa MI 102 orang MTS 446 orang dan MA 97 orang. Masing - masing siswa akan menerima Rp. 225.000 untuk siswa MI, Rp. 375.000 untuk siswa MTS dan Rp. 500.000 untuk siswa MA.


Mengingat kondisi pandemi covid 19 sekarang ini maka pencairannya dilakukan secara kolektif yang diwakili oleh masing-masing Kepala Madrasah dengan membawa surat kuasa dari siswa penerima secara kolektif dan Surat Pertanggungjawaban mutlak serta persyaratan lain yang ditentukan oleh Bank Penyalur, begitu disampaikan Kasi Pendis H. Rusli, S.Ag, M.Sy saat dikonfirmasi senin Sore, ( 18/05 ).

H. Rusli berharap agar semua Kepala Madrasah yang siswanya masuk sebagai penerima Bansos untuk sungguh - sungguh dan serius membantu siswanya mencairkan dana bantun sosial tersebut .

โ€œ saya menghimbau kepada semua Kamad yang siswanya masuk sebagai penerima bansos agar ikut mendampingi atau membantu para siswa ini mencairkan dana tersebut dan diharapkan semua madrasah sudah selesai mencairkannya sebelum libur idul fitriโ€ tegasnya.

Dan kepada siswa penerima serta orangtua siswa H. Rusli berharap agar dana bansos ini digunakan dan dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan, jangan dihambur-hambirkan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif apalagi untuk kepentingan berhari raya. Sehingga ke depan pendidikan anak-anak kita tidak terkendala lagi dalam masalah biaya.***(Eel)