Indragiri Hulu,(Inmas). UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah/madrasah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Siswa melaksanakan ujian dengan mekanisme berbasis komputer pada beberapa sesi yang dijadwalkan. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali ke server lokal ke server pusat secara online (upload).
Sebelum dilaksanakannya UNBK terlebih dahulu dilaksanakan simulasi UNBK tersebut. Setiap Sekolah/Madrasah harus melaksanakan beberapa kali simulasi UNBK sebelum pelaksanaan ujian tersebut.
Pelaksanaan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahap pertama dimulai pada 6 November 2019.
Karena simulasi, jadi kartu ujian hingga kertas absensi persis seperti saat pelaksanaan UNBK nanti. Nilai yang didapatkan saat simulasi tentu sangat berguna bagi para peserta didik dan para guru sebagai evaluasi dalam persiapan UNBK yang sesungguhnya.
Terkait dengan sebagaimana tersebut di atas, (tampak pada gambar) MAN 1 Inhu melaksanakan simulasi UNBK dengan lancar dan sesuai dengan apa yang diharapakn, ujar Suparman, S.Ag selaku kepala MAN 1 Inhu.
Jadwal Simulasi UNBK SMA/MA
14–26 Oktober : Pendataan peserta sekolah dan siswa
28–29 Oktober :Pengaturan server dan sesi
30 Oktober–1 November : Penyiapan data pusat
4–5 November : Sinkronisasi periode I
6 November : Bahasa Inggris
7 November : Mata ujian lainnya
8 November : Simulasi khusus guru
11–12 November : Sinkronisasi periode II
13 November : Bahasa Inggris
14 November : Mata uji lainnya
15 November : Simulasi khusus guru
Bagi Madarasah yang belum tersedia fasilitas/perangkatnya untuk melaksanakan UNBK, akan menumpang pada Madarasah terdekat, demikian ujar kepala seksi Pendidikan Madarasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Hendriadi, S.Ag,M.Pd.I ketika dialog dengan tim inmas.(tulang).
MADRASAH DI INHU LAKSANAKAN SIMULASI UNBK
Ringkasan:
Indragiri Hulu,(Inmas). UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah/madrasah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline.