Meranti (inmas) Dalam upaya meningkatkan minat baca dikalangan siswa, Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin Semukut bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Meranti menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman, Kamis (5/03/2020).
Kerjasama Perpustakaan merupakan kegiatan yang melibatkan dua atau lebih perpustakaan untuk mencapai satu tujuan yang sama. Maka pada hari kamis, (05/3/2020) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Meranti, Husni Gamal, S.Pd, melakukan kunjungan dan menandatangani MOU/kerjasama antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Meranti dengan Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin Semukut, Kepala Madrasah Tatang Hadi Maksudy, S.Ag.
Ruang lingkup kerjasama ini adalah kegiatan Peminjaman Koleksi Buku untuk dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru di MA. Hidayataul Mubtadiin.
“Tujuan dilakukannya MoU dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Meranti ini adalah untuk meningkatkan minat baca siswa di MA. Hidayatul Mubtadiin Semukut. Selain itu pula, ini kami manfaatkan untuk melakukan konsultasi terkait keperpustakaan, serta juga mengajukan permohonan bantuan yang akan menunjang minat dan semangat siswa dalam membaca,” ungkap Kepala Madrasah.
Acara ini juga dihadiri oleh Pemerintah Desa Semukut yang diwakili oleh Sekretaris Desa Miftahussurur, S.Pd.I yang dalam sambutannya mengatakan bahwa kerjasama ini hendaknya bisa memberikan manfaat yang baik untuk menambah pengetahuan siswa tentang literasi.
Dalam kesempatan ini Kadis Perpustakaan Kepulauan Meranti menyampaikan “Kerjasama ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pengguna, karena tidak satu pun perpustakaan yang mampu berdiri sendiri, dalam hal koleksi perpustakaan juga tidak mampu memenuhinya sebagai kebutuhan informasi, demikian kata Husni Gamal S.Pd, Kadis Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Meranti”
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Madrasah Tatang Hadi Maksudy, S.Ag, tidak satu pun perpustakaan dapat berdiri sendiri dalam arti koleksinya mampu memenuhi kebutuhan informasi pemakainya, maka diperlukan kerjasama antar perpustakaan.
Informasi yang semakin melimpah dalam jumlah, jenis maupun media penyampaiannya, serta kebutuhan informasi yang semakin meningkat di satu pihak, sementara itu dana yang semakin terbatas di pihak lain, sehingga perpustakaan tidak akan pernah mencukupi kebutuhan pengguna hanya dengan menyajikan koleksi yang dihimpun masing-masing perpustakaan.
Adapun untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi Siswa maupun Guru, Perpustakaan MA. Hidayatul Mubtadiin harus mampu mengkaji atau mengenali informasi apa yang diperlukan sehingga dapat mendorong Pengguna Pustaka untuk menggunakan fasilitas yang telah disediakan oleh perpustakaan.
Tatang Hadi Maksudy i juga berharap MoU antara MA. Hidayatul Mubtadiin dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Meranti akan berdampak positif bagi kedua belah pihak.
“Kami sangat berharap dengan adanya MoU ini, akan lahir generasi-generasi cemerlang. Dan bukan hanya itu saja, kerja sama ini juga kami harapkan bisa berdampak postif baik bagi kedua belah pihak,” tandasnya.
Kerjasama juga berfungsi sebagai alat untuk mengakses koleksi lebih luas, memperbaiki pelayanan pengguna dan teknis, meningkatkan aktivitas dalam berbagai sumber daya, mengurangi duplikasi, dan menciptakan pelayanan yang efisien. Dari sanalah timbul gagasan perlunya kerjasama antar perpustakaan dalam antar perpustakaan dalam berbagai bentuk agar dapat memenuhi kebutuhan pengguna akan informasi semaksimal mungkin. (Tatang & Tim Inmas)